Museum ini terletak di Jalan HOS Cokroaminoto TR-III/430, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Museum ini dibangun untuk mengenang jasa, dan perjuangan dari beliau. Museum ini diresmikan oleh Jenderal TNI (Purnawirawan) Soeharto tanggal 9 Agustus 1969.
Gedung museum ini merupakan bekas kediaman dari Pangeran Diponegoro.
Monumen tersebut mengisahkan mengenai keadaan Desa Tegalrejo tempat tinggal Pangeran Diponegoro, Perang Diponegoro, hingga disaat ia tertangkap di Magelang.
Pada sisi barat Gedung terdapat lukisan Pangeran, sementara disisi timur terdapat lukisan Pangeran yang sedang menunggu kuda hitam siap untuk berlayar.
Pangeran Diponegoro menjadi pahlawan bangsa yang merupakan keturunan bangsawan.
Ia melakukan perlawanan pada tahun 1825-1830, yang biasa disebut dengan Perang Diponegoro.
Koleksi dari museum ini diantaranya yaitu senjata asli laskar Diponegoro seperti tombak, bandil atau martil, baja, patrem, dan candrasa (senjata laskar wanita).
Terdapat pula senjata keramat yaitu sebuah keris dengan lekukan 21 seorang empu pada zaman Kerajaan Majapahit, serta pedang yang berasal dari Kerajaan Demak.
Koleksi lain yaitu peralatan rumah tangga yang terbuat dari kuningan, seperangkat alat gamelan Sri Sultan Hamengkubuwono II, meriam, serta batu comboran untuk tempat minum kuda.
Terdapat pula tembok yang dijebol, tembok tersebut berlubang karena dijebol oleh tangan Pangeran Diponegoro untuk menghindari kepungan tantara Belanda.
Bangunan yang ditambahkan seperti gerbang dibuat pada tahun 1970 hingga 1973. Oleh Mayjen Widodo.
Di depan bangunan yang terletak di jalan HOS Cokromaminoto terdapat patung Letjen Urip Soemohardjo dengan tulisan “Orde. Contre-Ordre. Desodre!”.
Monumen tersebut saat ini dibuka secara umum bagi pengunjung yang ingin melihat koleksi dari Pangeran Diponegoro. Buka Senin-Kamis pukul 08.00-14.30, Jumat-Sabtu 08.00-13.00 WIB, untuk hari minggu dan libur nasional tutup.