Candi ini adalah candi Buddha, pada wilayah ini terdapat beberapa candi seperti Ratu Boko, Candi Ijo, dan Candi Barong.
Nama Candi Banyunibo berasal dari dua kata dalam bahasa jawa yaitu “banyu” yang berarti air, dan “nibo” yang berarti menetes.
Maka dari itu Banyunibo memiliki arti air yang jatuh dan menetes.
Candi ini memiliki ukuran 15,3 x 14,25 meter, tinggi 14,25 meter, dengan atap berukuran 2,75 meter.
Candi ini memiliki ruangan didalamnya sehingga wisatawan dapat memasuki.
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Pada bagian atap berbentuk daun bunga padma atau teratai, terdapat juga stupa.
Pada agama Buddha bunga padma identik dengan bunga yang dinaiki para dewa.
Terdapat juga relief ekor singa, relief Hariti, seorang perempuan yang dikelilingi anak-anak, Vaisravana, dan sebagainya.
Candi ini dulunya ditemukan runtuh pada tahun 1940 lalu pada tahun 1942 disusun atap dan pintu candi.
Tahun 1962 melanjutkan Pembangunan dasar, kaki, dan tubuh candi. Pemugaran ini berhenti saat candi telah tersusun sempurna pada 1978.
Candi ini dijadikan tempat wisata bagi yang menyukai wisata sejarah.
Untuk memasuki candi ini, wisatawan hanya perlu mengeluarkan Rp. 5.000 per orang.
Sedangkan untuk tarif parkir motor sebesar Rp. 2.000 dan untuk mobil Rp. 5.000.
Candi ini buka setiap hari pukul 06.00-17.00 WIB.