RADAR JOGJA - Selain menyimpan pemandangan indah, Puncak Widosari menyimpan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah. Menurut Mbah Suki Puncak Widosari menjadi tempat pelarian bagi pejuang kemerdekaan yaitu pengikut Pangeran Diponegoro.
"Menjadi saksi perjuangan melawan penjajah, pengikut Pangeran Diponegoro yang diminta oleh Diponegoro untuk menyelamatkan diri setelah dirinya tertangkap berkumpul di Puncak Widosari," tutur Sukiyono
Menurut Mbah Suki, ketika Pangeran Diponegoro diasingkan keluar Pulau Jawa, pengikutnya setia menunggu di Puncak Widosari. Bahkan sebagian pengikut ada yang meyakini bahwa Pangeran Diponegoro tidak diasingkan, melainkan sedang berangkat umrah. Sehingga banyak pengikutnya menunggu di beberapa tempat lainnya.
Sejalan dengan Mbah Suki, Ketua Desa Wisata Widosari Heri Susanto, mengungkapkan bahwa Puncak Widosari memiliki beberapa versi sejarah. Selain sejarah, Heri mengungkapkan ada sebuah cerita rakyat mengenai Puncak Widosari.
"Cerita rakyat yang berkembang mengenai, kisah Putri Widosari dan Widowati," ucap Heri.
Heri mengungkapkan, selain pemandangan indah yang ditampilkan oleh Puncak Widosari. Hal unik lainnya dapat ditemukan pengunjung. Apabila pengunjung memperhatikan puncak, pengunjung akan melihat bahwa Puncak Widosari merupakan bongkahan batu besar yang berdiri tegak dan kuat diantara bukit lainnya.
"Satu bongkahan batu besar, dan itu pernah di teliti oleh beberapa universitas dari teknik geologi," ucapnya.
Puncak Widosari ditetapkan sebagai Warisan Geologi atau Geoheritage di tahun 2021. Hal ini sangat wajar apabila melihat keunikan Puncak Widosari, yang terdiri dari batuan utuh yang tegak. Menurut beberapa penelitian Puncak Widosari merupakan gugusan batuan purba di Kawasan Pegunungan Menoreh.
"Puncak Widosari juga membantu memperkenalkan Desa Wisata Widosari, dalam ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022," jelasnya.
Selain itu, Puncak Widosari pernah viral ketika pengibaran Bendera Merah Putih yang mengeliling puncak. Kejadian itu ramai di media sosial pada tahun 2020 lalu. Banyak warganet yang memuji kegiatan tersebut, terutama pemandangan Puncak Widosari dengan tambahan kegagahan Bendera Merah Putih.
Menurut Heri, di tahun 2024 ini, desa wisata akan menyediakan event khusus untuk Puncak Widosari. Sebelumnya setiap tahun Puncak Widosari selalu mengadakan Merti Dusun yang diinisiasi oleh masyarakat Tritis.
Tak hanya itu, Heri juga mengungkapkan adanya pembukaan beberapa titik wahana di Puncak Widosari. Hal ini digunakan agar pengunjung terus berdatangan, karena sejak pandemi dan munculnya objek wisata yang dikelola oleh investor Puncak Widosari menjadi sepi peminat.
Ia berharap adanya penambahan fasilitas dapat menarik lebih banyak pengunjung, minimal dapat bersaing dengan objek wisata baru yang tengah menjamur belakangan ini. Heri berharap bahwa adanya desa wisata dan Puncak Widosari dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Karena pengelolaan Puncak Widosari berbasis kerakyatan.
Senada dengan Heri, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, menuturkan, dalam pengembangan Puncak Widosari perlu bantuan masyarakat. Dan nantinya masyarakat akan mendapatkan benefitnya secara tidak langsung.
"Tahun ini kami memiliki rencana untuk menambahkan beberapa spot foto untuk menarik lebih banyak pengunjung," ucap Joko saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (16/2).
Tak hanya spot tambahan pihaknya juga akan melakukan peremajaan fasilitas umu. Yang ssbelumnya memang dibangun oleh Dinas Pariwisata. Ia juga mengungkapkan, promosi Puncak Widosari akan terus digenjot.
Editor : Heru Pratomo