Uniknya Mont Saint Michel bisa di jangkau oleh jalan setapak yang terbuka saat air surut, dimana jaraknya 1 KM dari daratan. Dan tempat ini hanya bisa dikunjungi saat air laut surut.
Saint Michel dikenal dengan biara abad pertengahan yang megah. Bangunannya memancarkan keanggunan arsitektur yang romantis dan khas, dengan keindahan Menara, galeri – galeri, dan struktur batu yang kokoh.
Selain itu ada museum sejarah yang terletak di bekas istana keuskupan yang terletak di dalam kota kecil. Museum ini menampilkan sejarah biara dan kota kecil sekitarnya.
Dengan lokasinya yang berada di tengah-tengah teluk memberikan pemandangan yang luar biasa, terutama saat pasang surut.
Ketika air pasang menciptakan biara pada permukaan air dan pemandangan yang luar biasa.
Namun saat air surut akan terlihat daratan lumpur yang luas sehingga menciptakan jalan menuju bangunan tersebut.
Saat senja tiba, Mont Saint Michel menyajikan pemandangan yang magis. Illuminasi yang lembut pada bangunan batu dan jalan setapak memberikan sentuhan romantis yang membuatnya terlihat sangat istimewa.
Mont Saint Michel juga memiliki sejarah sebagai tempat penjara selama Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18.
Pada saat itu Mont Saint Michel digunakan sebagai penjara politik untuk menahan pendeta dan orang-orang yang dianggap melanggar pemerintah Republik Prancis yang baru terbentuk.
Kondisi di dalam penjara tersebut sangat sempit dan keadaan hidup yang keras.
Baca Juga: Selain Bisa Dikonsumsi, Begini Lho Segudang Manfaat 'Si Manis Madu' Untuk Kesehatan Kulitmu
Meskipun Mont Saint Michel saat ini lebih terkenal sebagai tempat bersejarah dan tujuan wisata, ingatan akan masa lalu sebagai tempat penahan politik tidak akan hilang dalam sejarahnya. (Firda Zahrotun Nisa/Radar Jogja)
Editor : Bahana.