JOGJA - Tren detoks medsos juga dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Pengurangan paparan media sosial ini dilakukan mahasiswa UAD Reva Hidayah agar lebih fokus menyelesaikan masa kuliah dengan menonaktifkan Instagram. Ternyata, gerakan ini dimulai sejak ia duduk dibangku sekolah menengah atas.
“Udah sering dilakuin dari SMA sampai sekarang masih suka detoks medsos,” katanya, Jumat (2/10/2026).
Reva merasa lebih tenang saat tidak membuka media sosial. Waktu yang biasanya digunakan untuk membuka Instagram bisa dialihkan untuk mengerjakan tugas kuliah maupun pekerjaan lainnya. Pun, tugas juga dapat diselesaikan lebih cepat.
“Terus waktu buat belajar juga jadi lebih banyak,” bebernya.
Baca Juga: Jalani Tahun Ketiga Bersama PSIM, Yusaku Yamadera Masih Menanti Kesempatan Bermain di Musim Baru
Mahasiswa semester lima ini mengaku mudah terdistraksi jika terus membuka media sosial. Niat awal hanya melihat unggahan sebentar, tetapi kemudian berlanjut dengan menggulir Instagram secara terus-menerus. Kondisi tersebut membuat waktu untuk mengerjakan tugas berkurang.
Oleh karena itu, Reva memilih menonaktifkan Instagram pada saat merasa perlu meningkatkan fokus. Bahkan, dia pernah sekitar satu bulan penuh tidak membukanya karena ingin segera menyelesaikan berbagai tugas kuliah. Kebiasaan tersebut juga rutin dilakukan setiap bulan.
Ketika muncul keinginan untuk kembali membuka Instagram, Reva memilih menahannya dengan mengingat alasan awal melakukan detoks media sosial. “Jadi nggak terlalu kepikiran buat buka Instagram lagi," ujarnya.
Baca Juga: Adrian Dalmau Bicara Misi di PSIM Jogja, Ingin Buktikan Diri Bisa Beri Nilai untuk Tim
Keputusan tersebut sempat membuat teman atau keluarganya bertanya. Mereka biasanya menanyakan alasan akun Instagram miliknya tidak aktif. Reva kemudian menjelaskan dirinya sedang ingin fokus kuliah dan mengurangi penggunaan media sosial untuk sementara. “Ditanya, ‘kok IG-nya nggak ada?’ atau ‘kenapa di deactivate?” bebernya.
Bagi Reva, detoks media sosial menjadi salah satu cara untuk mengendalikan kebiasaan tersebut. Dia pun menyarankan orang lain yang ingin mencoba melakukan hal serupa untuk terlebih dahulu menentukan alasan yang jelas.
“Yang penting tahu alasan kenapa mau detoks dan coba tahan buat nggak buka medsos terus,” tuturnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita