SLEMAN - Fenomena detoks media sosial (medsos) kini semakin diminati oleh anak muda dan masyarakat modern. Umumnya mereka melakukan secara sadar dalam kurun waktu tertentu untuk mengatasi kejenuhan digital. Tindakan ini jadi antitesis atas tren fear of missing out (fomo) di tengah hiruk pikuk kecepatan informasi di dunia digital.
Salah satu yang sedang melakukannya adalah Novita Kurniawati. Perempuan asal Kabupaten Sleman ini melakukan detoks medsos untuk mengurangi durasi bermain gadget atau screen time.
Langkah ekstrem ini diambil karena ia merasa sadar telah kecanduan bermain telepon genggam. Bahkan saat melakukan berbagai aktivitas kerap kali dijalani dengan tetap memandang lini masa media sosial.
"Waktu habis di HP itu terlalu banyak, jadi tidak produktif dan akhirnya timbul rasa bersalah," katanya, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Jalani Tahun Ketiga Bersama PSIM, Yusaku Yamadera Masih Menanti Kesempatan Bermain di Musim Baru
Screem time yang ia lakukan bisa mencapai delapan hingga sepuluh jam sehari. Mayoritas hanya dipakai untuk scroll video-video di Instagram yang disadari tidak memberi banyak manfaat. "Kadang diwaktu produktif juga main HP, sampai kaya kepalanya pusing," ujarnya.
Untuk itu, ketika menjalani detoks medsos dia sama sekali tidak membuka media sosial apapun, baik Instagram, X, maupun Facebook. Hanya, untuk WhatsApp sebagai media komunikasi masih tetap digunakan. Caranya untuk benar-benar terlepas dari medsos adalah uninstall segala aplikasinya dan meneguhkan komitmen untuk tidak mengunduh ulang selama periode waktu yang ditargetkan.
Dia akui pada awalnya tidak mudah, bahkan merasa timbul kecemasan karena tidak melihat media sosial. Novita mengaku pada awal-awalnya juga gagal menjalani ini. Sempat hanya tiga hari lalu kembali menggunakan medsos lagi. "Ketika sudah bisa bertahan masuk waktu sekitar seminggu, aku mulai gapapa ternyata enggak buka medsos. Enggak gelisah," jelasnya.
Baca Juga: Adrian Dalmau Bicara Misi di PSIM Jogja, Ingin Buktikan Diri Bisa Beri Nilai untuk Tim
Dari tindakan ini, menjadi timbul upaya untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan lain, seperti membaca buku dan nongkrong dengan teman-temannya. Dia merasa lebih produktif dalam mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan.
Kalau pun nanti kembali membuka instalasi berbagai aplikasi medsos, dia yakin, akan lebih terbiasa untuk tidak kecanduan dan lebih bisa mengontrol diri.
"Ini karena ada rasa tenang ketika enggak tahu apa-apa, kayak gitu," lanjutnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita