JOGJA - Dosen program studi (Prodi) Pendidikan Jasmani UNY Rezha Arzhan Hidayat menyoroti, fenomena ultra cycling yang banyak digandrungi baru-baru ini menjadi bukti peningkatan kesadaran masyarakat akan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat. Namun, seiring dengan ini harus dibarengi dengan persiapan matang yang tak hanya fisik melainkan mental.
Rezha mengatakan, ultra cycling memberikan tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Apalagi, menyelesaikan jarak yang sangat jauh minimal 200 kilometer dapat menjadi sebuah pencapaian pribadi. "Ada kepuasan ketika seorang mampu mengatakan wah saya berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh ini," katanya, Kamis (3/9/2026).
Selain itu, perkembangan komunitas dan media sosial juga ikut berpengaruh. Orang bisa berbagi pengalaman, rute, dan pencapaian serta membangun komunitas. Ada kombinasi antara olahraga, tantangan pribadi, pengalaman, dan aspek sosial yang membuat ultra cycling semakin menarik.
Baca Juga: Tak Kunjung Pulang, Penjaring Ikan Hilang di Pantai Entak Kebumen
Olahraga ini merupakan aktivitas bersepeda dengan karakteristik jarak atau durasi yang sangat panjang, jauh di atas aktivitas fisik bersepeda pada umumnya. Bukan hanya soal seberapa jauh bersepeda, tetapi bagaimana seseorang mampu mempertahankan performa dalam waktu yang lama, mengelola energi, menjaga kondisi fisik, dan mengambil keputusan selama perjalanan.
"Kalau dilihat ini, dalam ultra cycling aspek endurance, strategi, nutrisi, hidrasi, dan mental ini menjadi sangat penting," ujarnya.
Menurutnya, jika dilakukan dengan program latihan dan intensitas yang tepat, olahraga ini memiliki banyak manfaat dari sisi kebugaran. Misalnya, aktivitas ini utamanya dapat meningkatkan daya tahan kardiorespirasi karena tubuh dilatih bekerja dalam durasi yang sangat panjang.
Baca Juga: Modus Cuci Gamelan, Guru Karawitan di Kulon Progo Cabuli Remaja Laki-Laki
Selain itu, bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kebugaran otot, efisiensi penggunaan energi, dan kemampuan tubuh beradaptasi terhadap aktivitas fisik yang berkepanjangan. Dari sisi psikologis, olahraga endurance seperti ultra cycling juga melatih ketahanan mental, disiplin, manajemen stres, dan kemampuan pengelolaan diri.
"Namun di sini ada hal yang perlu saya tekankan misalnya semakin lama dan semakin berat aktivitasnya bukan berarti semakin baik dan semakin baik untuk kesehatan," jelasnya.
Tubuh memiliki batas. Jika latihan tidak dipersiapkan dengan baik, justru dapat menyebabkan kelelahan berlebihan, cedera, atau masalah kesehatan lainnya. Hal yang paling penting adalah tidak langsung mengejar jarak jauh. Persiapan harus dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Di Forum CALD, Andi Widjajanto Ungkap Approval Rating Prabowo Anjlok hingga 28 Persen
Terutama, kondisi fisik dan kesehatan harus diperhatikan. Jika seseorang baru mulai bersepeda atau memiliki faktor risiko tertentu, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
"Secara teknik, perlu-lah mempersiapkan sepeda dan perlengkapan keselamatan memahami rute, cuaca, kondisi jalan, setelah memiliki strategi untuk istirahat," jelasnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi seseorang ketika melakukan ultra cycling, adalah mengelola diri dalam waktu yang sangat panjang. Bukan hanya kemampuan fisik yang diuji. Setelah berjam-jam bersepeda, tubuh mulai mengalami kelelahan, konsentrasi menurun, serta muncul rasa tidak nyaman atau nyeri. Pada saat yang sama, seseorang harus tetap mampu mengambil keputusan dengan baik.
"Keberhasilan dalam ultra cycling bukan hanya sampai di garis finish tetapi bisa menyelesaikannya dengan persiapan yang baik, tetap sehat, dan mengutamakan keselamatan," tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita