Dulu KUD Jadi Andalan Masyarakat untuk Bayar Listrik dan Beli Pupuk, Kini Tinggal Kenangan

Aris Romadhon • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Sriyono, mantan pegawai KUD Tani Makmur, Kasihan, Bantul. (Aris Romadhon/Radar Jogja)

Sriyono, mantan pegawai KUD Tani Makmur, Kasihan, Bantul. (Aris Romadhon/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur Kasihan pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kebutuhan warga dilayani dari sana. Mulai distribusi pupuk, pengelolaan beras, pembayaran listrik PLN, hingga layanan wartel.

Kini, sebagian besar aktivitas tersebut tinggal kenangan. Perubahan zaman dan hadirnya layanan digital membuat peran KUD tidak lagi sebesar dulu. Salah satu orang yang merasakan langsung masa kejayaan tersebut adalah Sriyono, 64. Warga Bangunjiwo, Kasihan, itu mengabdikan diri di KUD Tani Makmur sejak 1984. Selama 39 tahun, ia menyaksikan bagaimana koperasi menjadi salah satu andalan masyarakat.

“Dulu itu bukan pilihan, tapi kayak panggilan hati nurani,” ujar Sriyono saat ditemui Radar Jogja di rumahnya, Jumat (21/8).

Baca Juga: Data Terus Dimutakhirkan, Kepala BPS Gunungkidul Sebut Desil Ditentukan secara Nasional

Sriyono mengawali pengabdiannya sebagai pengurus selama satu periode atau tiga tahun. Setelah itu, ia dipercaya menjadi bendahara. Meski penghasilan saat itu tergolong minim, semangat untuk mengabdi tetap kuat.

Menurutnya, prinsip yang dipegang pengurus kala itu adalah bekerja untuk menghidupkan koperasi. Pengurus bahkan tidak menerima gaji seperti pekerja pada umumnya. “Dulu istilahnya pengurus tidak digaji. Pengurus cuma sekadar uang sidang atau apa gitu,” kenangnya.

Salah satu layanan yang paling diingat Sriyono adalah pembayaran listrik PLN. KUD Tani Makmur dipercaya melayani pembayaran tagihan listrik masyarakat. Jumlah pelanggan yang dilayani awalnya sekitar 6.500, kemudian berkembang hingga mencapai 21 ribu pelanggan.

Besarnya jumlah pelanggan membuat KUD membuka loket tambahan di Janten untuk mengurangi antrean. Menjelang tanggal 20 setiap bulan, Sriyono dan rekan-rekannya bahkan harus bekerja hingga larut malam.

Baca Juga: Damkarmat Kabupaten Bantul Catat Ada 83 Kebakaran Lahan sejak Awal Tahun, Imogiri Terbanyak

Saat itu, seluruh proses masih dilakukan secara manual. Puluhan ribu lembar tagihan harus direkap menggunakan mesin hitung. Nilai transaksi yang dikelola pun mencapai ratusan juta rupiah. “Dihitung per lembar dengan penuh ketelitian dan kejujuran,” ujarnya.

KUD juga memiliki peran dalam sektor pertanian. Pabrik Gula Madukismo pernah memesan pupuk melalui KUD. Selain itu, koperasi memiliki gudang beras yang digunakan untuk menunjang aktivitas masyarakat. Bangunan tersebut kini telah berubah menjadi lapangan bulu tangkis.

Sriyono juga mengingat KUD sebagai bagian dari program listrik masuk desa. Menurutnya, kepercayaan berbagai pihak terhadap koperasi saat itu menunjukkan besarnya peran KUD di tengah masyarakat. “Dulu koperasi kan diidolakan. Selain itu, koperasi jadi pelopor program listrik masuk desa pada tahun 1984,” katanya.

Di luar pekerjaan, masa pengabdiannya di KUD juga meninggalkan kenangan lain. Sriyono pernah diminta PLN memperkuat tim dalam turnamen bola voli antarinstansi. Ia berkesempatan bermain bersama sejumlah pemain yang kala itu sudah dikenal, termasuk almarhum Anwar Haryono yang pernah menjadi pemain tim Garuda.

Baca Juga: Tanpa Kemenangan di Lima Laga Terakhir, Inter Miami Tunjuk Kily Gonzalez Sebagai Nahkoda Anyar

Namun, masa kejayaan itu perlahan berubah. Kemunculan teknologi digital dan sistem pembayaran daring membuat berbagai layanan yang dahulu mengharuskan warga datang ke KUD kini dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Bagi Sriyono, perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan zaman. Meski begitu, masa ketika KUD menjadi andalan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Selama hampir empat dekade, ia tidak hanya bekerja di KUD. Tetapi juga menjadi saksi ketika koperasi pernah memegang peran besar dalam kehidupan warga. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur Kasihan KUD Tani Makmur KUD koperasi listrik PLN