JOGJA - Fenomena meningkatnya kunjungan keluarga atau berwisata ke museum menjadi bukti kesadaraan ortu terhadap pendidikan luar sekolah. Museum mulai menjadi salah satu pilihan untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak.
Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Sony Saiffudin mengatakan, tren tersebut tidak lepas dari karakter orang tua saat ini. Banyak ortu milenial yang masih memiliki anak usia sekolah dengan akses pendidikan dan wawasan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
"Peningkatan wawasan itu membuat orang tua semakin memandang penting pendidikan di luar sekolah," katanya, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: DPRD DIY Soroti Akurasi Data Desil 9-10 soal Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi
Sony menjelaskan, anak tidak hanya didorong untuk belajar melalui buku atau ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dari lingkungan sekitarnya. Museum menjadi salah satu tempat yang dinilai mampu memberikan pengalaman tersebut.
Menurutnya, kebiasaan serupa juga terlihat dari pilihan ortu mengajak anak ke perpustakaan maupun toko buku. Hal itu menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap pembelajaran anak melalui pengalaman di luar lingkungan sekolah. "Perkembangan teknologi digital juga turut membuat museum lebih mudah dikenal masyarakat," ujarnya.
Artinya, jika dahulu informasi mengenai museum banyak bergantung pada koran, televisi, maupun radio, kini media sosial membuat promosi museum dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Baca Juga: Ada The Rain dan Jikustik, Suadesa Festival 2026 Meriahkan Tiyasan Sleman
Museum, lanjut Sony, semakin aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan koleksi maupun aktivitas yang dimiliki. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan sebuah museum menjadi lebih mudah mendapatkan informasi.
“Banyak orang jadi tahu, ternyata ada museum ini, museum itu,” jelasnya.
Kunjungan ke museum juga dinilai memberikan dampak positif terhadap anak karena terdapat proses transfer nilai. Museum menyimpan berbagai cerita mengenai perjuangan, budaya, tokoh, hingga perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda.
Baca Juga: Sesuai Kalender Jawa, Hadeging ke-221 Kadipaten Pakualaman Digelar Dua Kali Tahun Ini: Ini Acaranya!
Sony mencontohkan, museum-museum di Jogjakarta yang menyimpan nilai sejarah perjuangan dan nasionalisme. Seperti Museum Monumen Jogja Kembali maupun Museum TNI AU dapat mengenalkan kepada anak bagaimana perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan.
Sementara museum yang berkaitan dengan budaya dapat mengenalkan nilai adat, tradisi, penghormatan kepada ortu, hingga semangat gotong royong. “Anak-anak jadi tahu, ternyata di Jogja ada museum yang punya kontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya.
Tak hanya sejarah dan budaya, museum juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perkembangan ilmu pengetahuan. Berbagai tokoh dan pencapaian yang ditampilkan di museum dapat menjadi inspirasi bagi anak untuk meraih cita-cita.
Baca Juga: Hiromu Tanaka Ingin Kumpulkan Banyak Kemenangan untuk PSS Sleman
Guna mendorong minat generasi muda, Disbud DIY memiliki program Wajib Kunjung Museum. Program tersebut menyasar pelajar dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Para peserta dibawa mengunjungi museum yang ada di wilayah DIY dengan fasilitas transportasi yang disediakan pemerintah.
“Harapannya mereka lebih mengenal museum, kemudian tertarik berkunjung ke museum,” terangnya.
Menurutnya, museum yang menyasar anak-anak perlu menyajikan informasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Desain ruang pamer juga perlu dibuat lebih menarik melalui penggunaan warna maupun media interaktif yang sesuai dengan karakter anak.
"Museum juga diharapkan tidak berhenti pada aktivitas melihat koleksi,” sarannya.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Tak Ada Lagi Jabatan Titipan, Manajemen Talenta Jadi Dasar Penempatan
Promosi melalui media sosial juga dinilai masih perlu diperkuat dengan konten-konten kreatif. Dengan demikian, museum tidak hanya dikenal sebagai tempat menyimpan benda lama, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menarik bagi keluarga.
“Bagi orang tua, harapannya tetap ikut menumbuhkan semangat kepada anaknya agar tertarik berkunjung ke museum,” harapnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita