RADAR JOGJA - Kaca patri telah lama menjadi elemen khas di gereja Katolik. Lebih dari sekadar mempercantik interior melalui perpaduan warna dan cahaya, ornamen ini menyimpan makna religius serta menjadi media visual untuk menyampaikan kisah-kisah dalam Kitab Suci dan pesan-pesan iman kepada umat saat berdoa maupun mengikuti perayaan liturgi.
Koordinator Prodiakon Gereja Katolik Kristus Raja Baciro Augustinus Windu Aji mengatakan, keberadaan kaca patri bukan sekadar pelengkap estetika bangunan gereja. Sejak awal, elemen tersebut dirancang agar membantu umat mempersiapkan diri ketika memasuki ruang ibadah.
"Ketika masuk gereja orang harus sudah fokus pada doa dan iman. Untuk memfokuskan itu dibuatlah simbol-simbol yang mengingatkan soal iman dan menghiasi gereja. Maka dibuat kaca patri, yang memang umum dijumpai di gereja-gereja Katolik," ujar Windu pada Radar Jogja Sabtu (4/7).
Disebutkan, Gereja Katolik Kristus Raja Baciro yang mulai menempati bangunan baru pada 2012. Berbeda dengan gereja lama yang hanya memanfaatkan gedung serbaguna sehingga minim ornamen, bangunan baru dirancang agar setiap unsur interior mendukung suasana doa dan permenungan.
Selain memiliki nilai simbolik, kaca patri juga berfungsi sebagai sumber pencahayaan alami. Cahaya matahari yang menembus kepingan-kepingan kaca berwarna-warni tersebut menciptakan suasana yang khas di dalam gereja.
Baca Juga: Oldies: Bukan Sekadar Hiasan, Kaca Patri Gereja Katolik Simpan Makna Iman dan Kisah Kitab Suci
"Kaca patri menjadi cara memasukkan cahaya. Cahaya tetap masuk, tapi sekaligus menampilkan ornamen yang indah. Saat kena sinar matahari muncul efek seolah-olah bercahaya dari dalam, padahal itu murni pantulan cahaya pada kaca," jelasnya.
Sepengetahuan Windu, hampir seluruh gereja Katolik memiliki kaca patri. Terutama gereja-gereja tua yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Namun, tidak semua gereja menghadirkan rangkaian cerita yang lengkap pada kaca patri. Sebagian hanya menampilkan Santo pelindung gereja maupun simbol-simbol keagamaan tertentu.
"Kalau filosofinya selalu ada, tapi kalau berupa cerita yang lengkap memang tidak banyak. Selain karena proses menentukan temanya tidak mudah, pembuatannya juga mahal dan memakan waktu lama," katanya.
Baca Juga: Polresta Jogja Tetapkan 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Pengasuh hingga Satpam
Ia menyebut, di Gereja Katolik Kristus Raja Baciro, seluruh kaca patri dibuat secara khusus atau custom. Prosesnya dimulai dari penyusunan konsep gambar, kemudian setiap kepingan kaca dipotong sesuai desain sebelum dirangkai menjadi satu panel utuh. Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun dan dikerjakan oleh perajin spesialis dari luar DIY.
Panel-panel kaca patri di gereja ini, lanjutnya, menampilkan sejumlah perikop dalam Kitab Suci. Sementara panel terbesar yang berada di area altar menggambarkan peristiwa penyaliban Yesus Kristus sebagai salah satu kisah sentral dalam iman Katolik.
"Ini semua dibuat custom. Dibuat konsep dulu, lalu setiap pecahan kaca disesuaikan dengan desainnya baru kemudian dirangkai menjadi satu," ungkap Windu.
Melalui perpaduan seni, cahaya, dan kisah-kisah Kitab Suci, kaca patri diharapkan tidak hanya memperindah bangunan gereja. Tetapi juga membantu umat semakin menghayati makna iman setiap kali mengikuti perayaan liturgi maupun berdoa secara pribadi.
"Kita bisa memilih cerita yang ingin disampaikan di gereja melalui kaca patri ini. Jadi bukan hanya indah dipandang, tapi juga menjadi sarana mengingatkan umat akan pesan-pesan iman," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita