RADAR JOGJA - Di era tahun 1980-an, vaples atau tumbler tentara menjadi salah satu barang yang cukup populer di kalangan anak muda. Terutama mereka yang aktif mengikuti kegiatan luar ruang seperti kemah, mendaki gunung, hingga aktivitas kepramukaan. Pada masa itu, vaples bukan sekadar tempat minum, tetapi juga menjadi simbol perlengkapan lapangan yang identik dengan tentara.
Warga Bantul Margo Laras mengaku pernah memiliki vaples tentara saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Botol minuman jadul itu digunakan untuk kegiatan kemah bersama teman-temannya. Namun, ia hanya gunakan vaples saat berkemah saja.
Pada saat bersekolah Ia tidak menggunakannya. Margo pun masih mengingat bentuk dan ciri khas vaples miliknya. “Dulu aku punya, ada sarungnya warna hijau khas tentara. Kalau warna tumblernya putih,” ujarnya Jumat (8/5).
Menurut pria berumur 45 tahun ini, vaples tersebut bukan barang yang mudah dimiliki masyarakat umum pada masa itu. Sebab, botol minum itu biasanya merupakan perlengkapan yang dibagikan kepada anggota tentara. Karena ayahnya anggota TNI, ia pun mendapatkannya dari sang ayah yang menerima pembagian perlengkapan dinas.
Ia pun mengaku tidak mengetahui harga vaples tersebut karena dulu hampir semua tentara mendapatkannya secara cuma-cuma sebagai perlengkapan kerja, bukan membeli sendiri di toko. Hal itulah yang membuat vaples tentara terkesan sebagai barang mewah dan eksklusif di mata masyarakat umum. "Dulu yang punya cuma tentara. Warga biasa hampir nggak punya,” katanya.
Selain tampilannya yang khas, vaples tentara juga dikenal awet. Bahannya yang terbuat dari alumunium tebal membuat botol ini tidak mudah penyok ataupun rusak meski sering dipakai di luar ruangan. Karena ketahanannya itu, vaples banyak digunakan untuk kegiatan lapangan yang membutuhkan perlengkapan praktis dan kuat.
Meski pernah sangat populer, kini keberadaan vaples tentara sudah jarang ditemui. Margo sendiri mengaku botol minum pemberian ayahnya itu sudah lama hilang dan tidak lagi digunakan. Namun kenangan tentang vaples tetap melekat sebagai bagian dari masa kecil dan budaya perlengkapan outdoor pada zamannya.
"Sekarang sudah nggak ada, sudah hilang. Dulu kan tempat minum yang populer banget. Setiap tentara pasti punya,” ujarnya. (cin/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita