Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Depot Jamu Jadi Solusi saat Tak Enak Badan, Jamu Seduh Andalan Semua Keluhan

Anom Bagaskoro • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:22 WIB
Kios jamu tradisional Pak Pri yang berada di area Kasihan, Bantul: Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Kios jamu tradisional Pak Pri yang berada di area Kasihan, Bantul: Fahmi Fahriza/Radar Jogja

KULON PROGO - Jamu merupakan minuman tradisional warisan leluhur yang masih bertahan hingga sekarang. 
Transformasi jamu dari minuman sekali minum menjadi minuman sachet membuat keberadaannya tetap ada. 
Munculnya depot jamu turut mengenalkan jamu seduh yang mempu menjawab persoalan kesehatan masyarakat. 
Salah satu saksi perkembangan depot jamu dan menjadi pelanggan setianya adalah Kelik Abuchoeri. 

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Ancam Operasional Bus Sekolah Gratis di Gunungkidul

Warga Kalurahan Karangsari, Kulon Progo ini menjadi pelanggan setia depot jamu. Bahkan mencicipi usaha depot jamu walau hanya sebentar. 
"Dulunya kan jamu langsung minum, terus mencul depot jamu," ucap Kelik, Jumat (24/4/2026).
Sebelum munculnya depot jamu, ia kerap mengonsumsi jamu sekali minum. Biasanya jamu dijual dengan cara digendong keliling desa. Untuk pembeli, mereka tinggal memberikan uang dan menyeruput jamu dari gelas kecil.

Baca Juga: Pemkab Kebumen Disebut Gagal Mitigasi Lakalaut, DPRD Dorong Evaluasi Total Pengelolaan Pariwisata

Di awal 90-an, pola konsumsi jamu masyarakat mulai berubah. Lantaran munculnya berbagai depot atau kios jamu. Depot jamu tak seperti warung jamu pada umumnya. Warung jamu biasanya menyediakan jamu racikan dari bahan utama. Namun depot jamu memberikan sisi kepraktisan.

Depot jamu biasanya menyajikan jamu seduh yang lebih mengusung sisi praktis. Kemunculan depot jamu merupakan tanda perkembangan jamu siap santap yang dikembang secara modern oleh beberapa perusahaan.

"Depot jamu biasanya menyediakan jamu seduh. Jadi berbeda dengan warung jamu," ungkapnya.

Baca Juga: Dosen Muhammadiyah Disiapkan Akses Kepemilikan Rumah, Ini Ragam Kerja Sama BPJS Ketenagakerjaan dan PP Muhammadiyah

Sebagai pelanggan setia, depot jamu menyediakan beragam jamu yang menjawab persoalan tubuh. Mulai dari kelelahan fisik hingga sakit yang dirasakan tubuh, dapat diobati dengan jamu seduh.

Salah jamu andalannya adalah jamu seduh serbuk super buatan Madura. Jamu dengan bungkus kertas merah dan berwarna coklat saat diseduh itu, memiliki khasiat menjaga kondisi tubuh.

Bisa dibilang jamu ini hampir tersedia di beberapa depot jamu.

Baca Juga: Pilur Serentak Mulai Akhir Mei, Pengaruh Trah Masih Kuat di 31 Kalurahan Wilayah Gunungkidul

Kenangannya, tak hanya berkaitan dengan jenis merk jamu. Penyajian depot jamu menjadi kenangan tersendiri. Pasalnya, depot jamu menyajikan kecepatan tanpa meninggalkan rasa jamu. Penyajian jamu biasanya dengan cara diseduh air panas.

Beberapa jamu kerap ditambah dengan madu. Termasuk penggunaan racikan tertentu yang biasanya diketahui pemilik depot. Jamu seduh bisa dicampur pil, telur, hingga madu untuk menambahkan khasiat. Hal inilah yang menjadi identitas depot jamu. (gas/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Transformasi jamu #minuman sachet #jamu tradisional #depot jamu #Kesehatan Masyarakat