Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Difasilitasi Disbud DIY, Ketoprak RRI sebagai Media Publikasi dengan Kemasan Pertunjukan

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 11 Januari 2026 | 07:30 WIB

 

 

Ketoprak RRI yang difasilitasi oleh Disbud DIY
Ketoprak RRI yang difasilitasi oleh Disbud DIY

RADAR JOGJA - Program Ketoprak RRI yang difasilitasi Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY kini mulai surut gaungnya. Padahal, program itu dulunya menjadi andalan untuk menyebarkan informasi sekaligus sebagai wadah pelestarian kesenian tradisional.

Kepala Subbagian Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Ryan Saputra mengatakan, data yang ia ketahui terkait program fasilitasi kelompok Ketoprak RRI dimulai pada 2016. Namun program itu memang sudah berjalan jauh sebelumnya.

"Data persisnya kami juga belum tahu, karena saya masuk ke bagian ini baru tahun 2022," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (9/1).

Sepengetahuannya, Ketoprak RRI dulunya merupakan paguyuban atau wadah berkesenian para pegawai, karyawan maupun pensiunan RRI. Maka, nama RRI tersematkan dalam paguyuban itu.

Namun fasilitasi yang diberikan Disbud DIY bukan kerja sama dengan RRI sebagai lembaga, melainkan dengan paguyuban tersebut. "Jadi memang tidak ada relasi dengan lembaga RRI-nya. Mereka membentuk perkumpulan sendiri," bebernya.

Paguyuban itu sempat mengalami konflik internal sehingga terpecah menjadi dua kelompok. Ia tidak mengetahui secara pasti tahun pastinya, namun saat ini wadah itu telah terbagi menjadi kelompok Perkumpulan Seniman Kethoprak Mataram Yogyakarta (PSKMY) dan Kethoprak RRI.

Disbud DIY sempat melakukan pendampingan dan fasilitasi dari kedua kelompok tersebut. "Awalnya memang tergabung dalam satu wadah besar yang sering pentas bareng," ucapnya.

Awalnya, kethoprak itu dipentaskan secara langsung dalam bentuk pertunjukan panggung. Seiring perkembangan zaman, tepatnya saat pandemi Covid-19, kemudian beralih ke pementasan melalui streaming online di akun YouTube milik Disbud DIY. "Dulu setahun bisa 10 kali pementasan, tergantung persetujuan dan anggaran," katanya.

Paling sedikit, lanjutnya, dua kali pementasan dalam setahun. Namun dalam dua tahun terakhir Disbud DIY sudah tidak ada lagi anggaran untuk memfasilitasi program tersebut. Bahkan, tahun yang akan datang juga belum ada pembahasan terkait fasilitasi program itu.

"Karena memang pertimbangan anggaran kami memprioritaskan program lain, ditambah adanya efisensi anggaran," jelasnya.

Tujuan fasilitasi Disbud untuk program itu adalah sebagai bentuk pendampingan dan pelestarian. Selain itu, mereka juga memanfaatkan sebagai alat publikasi yang dikemas dengan pertunjukan. "Misal kampanye antinarkoba, nanti adegan atau ceritanya disisipi dengan informasi tersebut," terangnya. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perkumpulan Seniman Kethoprak Mataram Yogyakarta #Disbud DIY #dinas kebudayaan #disbud #Ketoprak RRI #rri #Kundha Kabudayan #DIY