JOGJA – Terarium, ekosistem mini dalam wadah kaca atau plastik transparan, kian digemari kalangan muda.
Namun, di balik tren membuat hutan mini tersebut, dibutuhkan sentuhan seni agar terarium tak sekadar menjadi hiasan, melainkan mampu menghadirkan suasana ruang yang lebih tenang.
Salah satu hobi pembuat terarium adalah Raihan Azhar. Ia pertama kali membuat terarium pada 2021.
Terinspirasi dari konten luar negeri seperti pembuatan aquascape dan paludarium yang hampir sama prosesnya seperti terarium.
“Membuat terarium ini dibutuhkan sentuhan seni. Juga perlu dilakukan perawatan rutin agar tumbuh tidak mati,” katanya, Jumat (19/20/2025).
Warga Banguntapan, Bantul itu menyatakan sebab, tumbuhan yang digunakan di dalam tank terarium merupakan tumbuhan asli.
Sehingga dibuhkan sense tersendiri untuk merawatnya.
"Melihat terarium itu kelihatan seger, jadinya kaya merasa tenang gitu," ujarnya.
Menurutnya, kesulitan saat pembuatan terarium yakni semakin kecil ukuran maka semakin sulit untuk menata komponen di dalam wadahnya.
Beberapa organisme kecil juga sengaja diletakkan ke dalam tank untuk membantu metabolisme tumbuhan dan sebagai penyuburan.
"Dibutuhkan intensitas cahaya dan kelembaban, menyiram bisa 1-2 kali seminggu," jelasnya
Hingga kini ia mampu memproduksi sebanyak 30 terarium. Tak sekadar memproduksi, ia juga berniat membuat konten yang merekam aktivitas pembuatan terarium.
“Dari SMA memang sudah senang melihat-lihat konten itu, sekitar tahun 2021 itu baru mulai produktif ikut buat,” sambungnya.
Baginya, proses membuat terarium sama halnya dengan refreshing, mendapatkan kepuasan batin dan kesenangan ketika proyeknya selesai. Hasil karyanya tidak hanya dipajang, pun dijual.
"Kalau dijual, yang kecil ukuran gelas itu Rp 50 ribu, tapi kalau toples bisa Rp 100-300 ribu, tergantung ukuran, kerumitan dan isinya apa aja," paparnya.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjadi di Gunungkidul sejak Kamis, 11 Kalurahan di Lima Kapanewon Ikut Terdampak
Bahan yang diperlukan untuk membuat yakni kerikil, media tanam, cocopeat, pasir dan pupuk bekas cacing.
Selain itu, beberapa jenis tanaman kecil juga diperlukan sebagai isian yang semuanya tersedia di toko tanaman.
"Budget buat Terrarium itu tergantung ukuran juga, kalau ukuran toples satu liter ke bawah sekitar Rp 50-100 ribu," bebernya. (oso/wia)