Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program Ketahanan Pangan Unik dengan Gaduh Domba di Kalurahan Kaliagung, Modalnya Enam Ekor Betina dan Satu Pejantan

Anom Bagaskoro • Minggu, 30 November 2025 | 14:30 WIB

 

PENYERAHAN: Pemkal Kaligaung menyerahkan modal berupa kambing untuk warganya.
PENYERAHAN: Pemkal Kaligaung menyerahkan modal berupa kambing untuk warganya.

KULON PROGO - Pemerintah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo memiliki cara unik dalam menyikapi kebijakan APBKal untuk ketahanan pangan. Salah satu caranya dengan melaksanakan program Gaduh Domba.

Program besutan kalurahan melalui badan usaha milik kalurahan (BUMKal) ini memberikan modal usaha berupa domba bagi masyarakat.

Lurah Kaliagung Sugeng Nugroho menyampaikan, program Gaduh Domba diawali pada 2025. Saat itu, setiap kalurahan diminta melakukan penyertaan modal BUMKal untuk bidang ketahanan pangan.

Kalurahan Kaliagung telah menetapkan Anggaran Rp 300 juta untuk mandatory spending itu. "Awalnya ada kewajiban mandatory spending 20 persen untuk ketahanan pangan," ucap Sugeng, Jumat (28/11).

Sugeng menjelaskan, kalurahan tak ingin asal-asalan memberikan penyertaan modal ke BUMKal tanpa memperhatikan potensi desa. Dari situlah, pemkal melakukan pendataan potensi desa. Ditemukan potensi desa ketahanan pangan dari sektor peternakan.

Hal ini mengacu hasil pendataan dari kalurahan yang menunjukkan ratusan masyarakat memiliki hewan ternak. Secara spesifik hewan ternak didominasi oleh domba. Terdapat 1.700 domba yang diternakkan oleh warga, dan memberikan penghasilan tambahan.

"Ternyata potensi banyak diternak domba, dan sumber daya pakan cukup melimpah di sini," ungkapnya.

Berkat kajian itu, Pemkal Kaliagung merencanakan program yang sesuai dengan potensi desa.

Tak ingin, keuntungan dinikmati sendiri, Pemkal justru menitikberatkan kolaborasi program antara ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Dari situ lahirlah, program Gaduh Domba.

Seperti namanya, program Gaduh Domba menyasar masyarakat kalurahan. Gaduh Domba memberikan masyarakat modal berupa hewan ternak domba sebanyak enam ekor betina, dan satu ekor pejantan untuk dipelihara. Arah pemeliharaan akan berfokus pada pengembangbiakan anakan domba.

Jika domba telah beranak, maka anakan domba akan dijual. Hasil penjualan akan dibagi berdasarakan presentase yang telah ditetapkan.

Untuk penggaduh mendapat bagi hasil 70 persen, sedangkan BUMKal atau kalurahan mendapat bagi hasil sebesar 30 persen. Dengan sistem ini, penyertaan modal akan terjaga, serta masyarakat mendapat keuntungan tersendiri.

Hal inilah yang diklaim memantik jiwa wirausaha masyarakat. Pasalnya, baru tujuh orang melakukan program gaduh telah merasakan dampaknya. Hanya butuh waktu beberapa bulan, beberapa kambing telah memberikan anakan yang dapat dijual oleh masyarakat.

Kendati menawarkan keuntungan, Pemkal Kaliagung tetap berhati-hati dalam menjalankan program tersebut. Agar modal domba tetap terjaga, peserta program harus memnuhi syarat.

Peserta diwajibkan terlebih dahulu memiliki kandang domba panggung, dan lahan pakan yang sesuai. Tujuannya, agar domba modal terjaga kesehatannya dan dapat berkembangbiak. (gas/pra)

Editor : Herpri Kartun
#Gaduh Domba #peternakan #hewan ternak #domba #APBKal #ketahanan pangan