Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Persatuan Pangkas Rambut Kebumen, Wadah Peningkatan Kapasitas Tukang Cukur

Muhammad Hafied • Minggu, 14 September 2025 | 16:10 WIB

 

TELATEN: Anggota Persatuan Pangkas Rambut Kebumen (PPRK) melayani pelanggan yang merupakan warga negara asing (WNA).
TELATEN: Anggota Persatuan Pangkas Rambut Kebumen (PPRK) melayani pelanggan yang merupakan warga negara asing (WNA).

KEBUMEN - Membaca perkembangan perubahan gaya rambut tidaklah mudah. Kondisi ini yang memaksa tukang cukur di Kebumen membuat satu wadah bernama Persatuan Pangkas Rambut Kebumen (PPRK).

Wadah ini sengaja dibuat untuk saling mengisi dan melengkapi di antara tukang cukur. Mereka mengaku lebih leluasa untuk berbicara tentang dunia mode rambut. "Banyak yang bisa kita bahas. Contoh kecilnya menyamakan tarif supaya tidak saling banting harga," kata pengurus PPRK Hafesad Akhmad Jumat (12/9).

Hafesad menjelaskan, PPRK berdiri sejak 2019. Berawal dari sebuah kesamaan persepsi untuk membentuk satu wadah khusus bagi para tukang cukur. Sebelum digagas PPRK, pada 2014 pencukur di Kebumen sebenarnya sempat bergabung dengan paguyuban di tingkat Barlingmascakeb (Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen).

Namun seiring waktu, para tukang cukur asal Kebumen memilih untuk memisahkan diri dan membentuk wadah sendiri. Alasannya karena tingkat Barlingmascakeb cakupannya terlalu luas.

Mereka harus merogoh kocek dan mengorbankan waktu jika hadir dalam sebuah kegiatan di luar daerah. "Pas ada kumpul misal ke Banyumas, kami repot. Butuh waktu dan tenaga. Akhirnya buat wadah sendiri," jelasnya.

Saat ini, kata Hafesad, PPRK memiliki lebih dari 100 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Kebumen. Guna memudahkan koordinasi, PPRK kini terbagi menjadi tiga koordinator wilayah (korwil). Yakni, korwil kota, selatan, dan barat. "Supaya enak koordinasi," kata dia.

Hafesad mengungkapkan, sejak awal dibentuk, PPRK punya berbagai program kegiatan. Salah satunya fokus pada gerakan sosial dengan menyasar pesantren dan panti asuhan. "Setiap tiga bulan sekali kami baksos. Datang ke pesantren dan tempat yang membutuhkan," ucapnya.

Salah satu anggota PPRK Andi Setiawan, 30, mengatakan, penting bagi para tukang cukur bersatu dalam satu wadah khusus untuk sama-sama menyelaraskan persepsi. Di PPRK, dirinya mengaku dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman. Masing-masing anggota juga saling belajar mode rambut terbaru. "Asyik sih. Bisa bareng, saling kenal. Setiap kumpul sharing, apa nih mode yang lagi hits," bebernya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kebumen #wadah #Paguyuban #Persatuan Pangkas Rambut Kebumen #gaya rambut #tukang cukur #PPRK