Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

4 Sunday Market di Jogja, Tempat Wisata Budaya, Belanja, dan Kuliner Tiap Libur Akhir Pekan

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:07 WIB
Sunmor UGM.
Sunmor UGM.

RADAR JOGJA - Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati akhir pekan dengan nuansa berbeda, pasar mingguan atau Sunday Market bisa menjadi pilihan menarik.

Tidak hanya menyajikan aneka kuliner dan produk unik, pasar ini juga menghadirkan pengalaman berbelanja dengan atmosfer khas yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Yogyakarta tak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi berbagai budaya.

Salah satunya tercermin melalui pasar mingguan yang hadir dengan ciri khas masing-masing.

Setiap pasar membawa konsep berbeda, menghadirkan rekreasi, belanja, sekaligus ruang interaksi sosial.

Berikut empat Sunday Market di Jogja yang layak masuk daftar kunjungan akhir pekan Anda.

1. Sunday Morning UGM (Sunmor UGM)


Sunday Morning UGM terletak di Jalan Notonagoro, kawasan Bulaksumur UGM.

Sunmor hadir setiap Minggu pagi pukul 06.00–12.00 WIB.

Pasar ini jadi favorit warga lokal maupun mahasiswa karena menawarkan ratusan pilihan kuliner, mulai dari tahu gejrot, jajanan kekinian, hingga minuman segar.

Selain makanan, tersedia pakaian, aksesori, tanaman hias, bahkan hewan peliharaan.

Suasana meriah dengan harga terjangkau membuat Sunmor tak pernah sepi pengunjung.

Baca Juga: Maba MM FEB UGM Kampus Jakarta, Jadi Pelaku Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, DH Dinonaktifkan dalam Proses Akademik

2. Peken Klangenan Kotagede

Peken Klangenan Kotagede hadir setiap Sabtu–Minggu di Purbayan, Kotagede, menghadirkan kuliner tradisional, kerajinan, hingga panggung seni di tengah kawasan bersejarah.

Pasar ini bukan sekadar ruang jual-beli, melainkan wadah budaya yang menyatukan masa lalu dan masa kini lewat seni, tradisi, dan sejarah.

Keunikannya, pengunjung diajak mengenakan kebaya atau kain, menjadikannya ruang hidup yang menjaga warisan sekaligus menjembatani lintas generasi.

3. Pasar Mustokoweni

Berlangsung dua kali sebulan di halaman Mustokoweni The Heritage Hotel, samping Hotel Tentrem, pasar ini mengusung konsep vintage dan ramah lingkungan.

Nuansa rindang pepohonan memberi kesan sejuk, sementara pengunjung dapat menikmati kuliner sehat berbahan organik, jajanan tradisional, hingga produk UMKM lokal.

Pasar Mustokoweni juga konsisten mengurangi penggunaan plastik dengan memberi bonus bagi pengunjung yang membawa wadah sendiri.

Menu favorit seperti Green Taco Chicken Curry Cheese dan siomay organik jadi incaran, ditambah hiburan live music serta demo masak.

4. Pasar Regeng

Pasar Regeng hadir tiga minggu sekali di Sandava Coffee & Space, Sendowo, dekat Vokasi UGM.

Suasana santai Minggu pagi semakin semarak dengan booth makanan, minuman, aksesori handmade, temporary tattoo, hingga workshop kreatif.

Bukan sekadar belanja, Pasar Regeng memberi ruang interaksi bagi komunitas kreatif Jogja, menciptakan vibes artsy yang hangat dan ramah.

Cocok untuk anak muda yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan nuansa berbeda.

Empat pasar ini menunjukkan bahwa Yogyakarta tidak hanya kaya akan wisata alam dan budaya, tetapi juga memiliki ruang alternatif yang menghidupkan interaksi sosial, budaya, sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan.

Weekend market di Jogja menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas lokal berpadu dengan tradisi, menghadirkan pengalaman yang selalu dinantikan setiap Minggu. (Jihan Pertiwi)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#belanja #libur akhir pekan #tempat wisata #Budaya #unik #Kuliner #Wisata #sunday market #akhir pekan #Minggu Pagi #Wisatawan #Jogja