JOGJA - Sebelum era layanan musik digital dan streaming seperti saat ini, perangkat flashdisk MP3 sempat merebut hati anak muda Indonesia pada awal 2000-an sebagai media portabel favorit.
Dosen yang juga ketua konsentrasi Broadcasting Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dhimas Aryo Vipha Ananda berbagi kisah nostalgia tentang tren ini.
Dhimas mengawali cerita dengan tonggak sejarah teknologi audio. Ia yang lahir tahun 1980 menuturkan, awalnya media musik didominasi kaset, lalu hadir walkman, kemudian CD audio, dan akhirnya format MP3 lewat software seperti Winamp.
"Pada era itu, sebelum Facebook ada Friendster. Mengunduh lagu itu biasanya ilegal atau bajakan pada lewat situ," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (8/8).
Ia menerangkan, untuk tren flashdisk MP3 sendiri garis besarnya dipicu oleh inovasi digital audio player (DAP). Sejak akhir 1990-an, perangkat seperti MPMan, flash-based portable player, muncul sebagai pionir format MP3 secara komersial.
Kemudian, pengiriman massal pemutar MP3 meningkat drastis dari 500 ribu unit di AS pada 2000 menjadi jutaan unit di tahun-tahun berikutnya .
Di Indonesia sendiri, Dhimas mengungkapkan, perangkat flashdisk MP3 sempat marak dan banyak dipalsukan, khususnya brand-brand buatan China.
Ia mengenang, tren penggunaan flashdisk MP3 sempat marak dan berlangsung sekitar tiga tahun lama pada medio 2000-an awal.
"Ketika itu saya beralih dari SMA ke perkuliahan. Pengisian lagu rata-rata dilakukan di warnet, karena akses internet kala itu masih terbatas," ulasnya.
Secara teknis, ia berujar flashdisk MP3 tidak memiliki layar seperti handphone hari ini. Dari yang diingatnya, lagu-lagu yang diputar juga berdasarkan urutan alfabet.
"Misalnya mau lagu awalan huruf L atau P, harus digeser terus sampai ketemu," jelas Dhimas.
Ia menambahkan, cara tersebut menciptakan sebuah pengalaman acak yang mirip dengan mendengar radio, dengan unsur kejutannya sendiri.
Secara umum perangkat flashdisk MP3 umumnya berkapasitas 4 GB. Dengan asumsi bisa menyimpan ribuan lagu. "Saat itu kirim-kiriman lagu antarperangkat tidak bisa. Jadi romantismenya mendengarkan bersama pacar atau teman dekat," kenangnya.
Ia menyebutkan, untuk perangkat flashdisk MP3 bermerek Sony yang dimilikinya saat itu, kurang lebih seharga Rp 250 ribu. Meski versi KW jauh lebih murah juga banyak beredar. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita