Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPJS Kesehatan Berikan Rasa Aman Bagi Para Pensiunan

Delima Purnamasari • Jumat, 28 Maret 2025 | 03:23 WIB

Photo
Photo
SLEMAN - BPJS Kesehatan memberi rasa aman dan ketenangan pikiran bagi pensiunan dan keluarganya. Mereka tahu kalau bisa mendapatkan perawatan kesehatan tanpa khawatir tentang biaya yang mahal. 

Salah satunya adalah Sulastri Dwi Asih.

Dia menceritakan bahwa suaminya yang bernama Tukino merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bidang pemerintahan pada tahun 2013 lalu.

Saat ini sang suami tengah mengalami sakit stroke dan mesti dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Mitra Paramedika.
"Dirawat dua kali, yang pertama bulan September lalu," kata Sulastri saat ditemui pada Rabu, (26/3).

Di rumah sakit yang beralamat di Widodomartani, Kapanewon Ngemplak ini sang suami telah menginap beberapa malam.

Dia tidak mengetahui pasti kapan bisa kembali ke rumah lantaran kondisi suaminya masih tidak sadarkan diri.

"Sudah enggak bisa buka mulut dan mata," katanya.

Sulastri yang juga merupakan pensiunan guru TK ini menjelaskan, awalnya sang suami terkena stroke karena darah tinggi.

Namun, kali ini penyebabnya adalah adanya penyumbatan pembuluh darah dan kadar kalium tubuhnya yang terlalu tinggi.

"Kadar kalium normal itu 5 tapi ini sampai 9,5. Dari dokter bilang kalau ini berpotensi henti jantung dan napas. Jadi ketika datang langsung masuk ICU," ungkapnya.

Dia bercerita bahwa semua kejadian ini begitu cepat. Tidak ada tanda-tanda khusus penyakit suaminya akan kambuh. Tukino hanya tidur lalu tersedak. Setelah itu kondisinya langsung kolaps.

"Saat ini dari dokter hanya diminta berdoa karena kondisinya naik turun. Baik itu tensi maupun denyut jantungnya," tambah dia.

Dalam masa yang krisis seperti ini Sulastri mengaku sangat merasa terbantu dengan hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Biaya pengobatan yang sangat mahal karena proses perawatan jangka panjang tidak turut serta membebani pikirannya.

"Jadi memang pakai terus. Sejak dulu masih bernama PT. Askes (Persero) sampai sekarang menjadi BPJS Kesehatan," katanya.

Suaminya merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN). Di sini iurannya dibayarkan setiap bulan oleh tempatnya bekerja dulu.

Selama perawatan ini Tukino mendapatkan fasilitas kelas 1. Jadi, satu ruangan hanya diisi oleh satu pasien. Selain itu, terdapat pendingin ruangan berikut dengan kamar mandi dalam.

"Ruangannya juga bersih banget. Sehari dibersihkan sampai tiga kali," katanya.
Sulastri menyebut, di ruangan ICU selalu ada dokter jaga yang siaga. Apabila nanti ingin bertemu dokter untuk konsultasi soal penyakit suaminya juga bisa difasilitasi.
"Saat suami datang langsung dilihat oleh dokter saraf," tambahnya.

Dokter sendiri memeriksa sang suami empat hingga lima kali dalam satu hari. Begitu pula dulu saat suaminya dirawat di ruang biasa. Di sisi lain, pelayanan dari perawatan sangat ramah.

"Para dokter ini selalu datang visit mondar-mandir. Jadi enggak perlu dipanggil," terangnya.

Sulastri mengaku selalu puas dengan pelayanan rumah sakit saat menggunakan JKN sejak dulu. Menurutnya, tidak ada perbedaan fasilitas antara peserta JKN dengan peserta non-JKN.

"Saya dulu lahiran kedua anak juga menggunakan JKN, tidak ada iur biaya sama sekali. Semua dijamin program ini," katanya.

Menurutnya, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan banyak rumah sakit.

Sehingga, masyarakat yang belum menjadi peserta tidak perlu ragu-ragu untuk ikut mendaftarkan diri.

"Untuk kepesertaan bisa juga lewat skema mandiri sehingga nanti iuran," ucapnya.

Kini Sulastri hanya berharap dengan melakukan pengobatan ini suaminya bisa lekas membaik. Selanjutnya, bisa kembali berkumpul bersama keluarga lagi.

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Sleman #BPJS Kesehatan