Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pondok Pesantren Budaya Kali Opak Lahirkan Ngaji Posonan sebagai Ruang Diskusi Antarkomunitas

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 2 Maret 2025 | 16:00 WIB

 

KOMPAK: Peserta dari berbagai komunitas saat mengikuti program Ngaji Posonan di Pondok Pesantren Budaya Kali Opak.
KOMPAK: Peserta dari berbagai komunitas saat mengikuti program Ngaji Posonan di Pondok Pesantren Budaya Kali Opak.

RADAR JOGJA - Di Jogjakarta ada pondok pesantren budaya berbasis komunitas. Berdiri sejak 2004, resmi dengan nama Pondok Pesantren Budaya Kali Opak.

 

Komunitas ini memiliki kegiatan-kegiatan sosial dan budaya serta keagamaan. Selain itu, bisa dibilang juga bahwa Pondok Pesantren Kali Opak ini adalah laboratoriumnya Islam berkebudayaan. 

 Baca Juga: Ini Pengalaman Kepala Daerah selama Retet di Akmil Magelang, Grengseng Pamuji: Bisa Bertemu dan Komunikasi dengan Banyak Kepala Daerah

"Karena kebudayaan dan keagamaan adalah suatu realitas yang saling berhubungan dalam praktik bermasyarakat," sebut Pengurus Pondok Pesantren Budaya Kali Opak Doel Rohman.

 

Oleh karena itu, Pondok Pesantren Budaya Kali Opak itu menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi soal isu-isu kebudayaan dan keagamaan. Terlebih untuk mengenali diri seseorang serta untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. 

 Baca Juga: Imbas Esiensi Anggaran, Perjalanan Dinas DPRD Purworejo Dipangkas Rp 7,8 Miliar: Alternatif Rapat Daring Disiapkan

"Kali Opak ini adalah ruang belajar bersama untuk semua pihak," ujar Doel.

 

Pondok Pesantren Budaya Kali Opak pun memiliki program Ngaji Posonan selama Ramadan. Kegiatan ini untuk mewadahi dan mengedukasi para komunitas lintas disiplin.

Sebab program tersebut menyajikan ruang ekspresi dan aktualisasi soal isu-isu kebudayaan dan keagamaan bagi para komunitas.

 

Doel menjelaskan, program Ngaji Posonan itu merupakan program tahunan. Di tahun ketujuh ini, Ngaji Posonan didesain untuk menjadi ruang belajar bersama antarkomunitas.

 Baca Juga: Baru Tiba di Rumah, Mobil Malah Raib Dicuri: Simak Kronologinya..

Sedangkan tema yang diangkat adalah Santri Berkebudayaan dan Manusia Artifisial. Kegiatan ini akan berlangsung selama 17 hari. Diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul dan belajar terkait isu-isu kontemporer. “Bisa menjadi satu rumusan untuk membekali para peserta untuk menghadapi kenyataan di dunia,” ucapnya.

 

Menurut Doel, biasanya para peserta atau komunitas yang hadir dalam program ini dari berbagai macam daerah.

"Ini program utama dan animonya sangat luar biasa," tegasnya. (ayu/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#aktualisasi #pondok pesantren budaya #ruang ekspresi #keagamaan #Praktik #lintas disiplin #komunitas #kebudayaan #Pondok Pesantren Budaya Kali Opak #Sosial Dan Budaya #Berbasis #Jogjakarta