RADAR JOGJA - Di Jogjakarta ada pondok pesantren budaya berbasis komunitas. Berdiri sejak 2004, resmi dengan nama Pondok Pesantren Budaya Kali Opak.
Komunitas ini memiliki kegiatan-kegiatan sosial dan budaya serta keagamaan. Selain itu, bisa dibilang juga bahwa Pondok Pesantren Kali Opak ini adalah laboratoriumnya Islam berkebudayaan.
"Karena kebudayaan dan keagamaan adalah suatu realitas yang saling berhubungan dalam praktik bermasyarakat," sebut Pengurus Pondok Pesantren Budaya Kali Opak Doel Rohman.
Oleh karena itu, Pondok Pesantren Budaya Kali Opak itu menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi soal isu-isu kebudayaan dan keagamaan. Terlebih untuk mengenali diri seseorang serta untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.
"Kali Opak ini adalah ruang belajar bersama untuk semua pihak," ujar Doel.
Pondok Pesantren Budaya Kali Opak pun memiliki program Ngaji Posonan selama Ramadan. Kegiatan ini untuk mewadahi dan mengedukasi para komunitas lintas disiplin.
Sebab program tersebut menyajikan ruang ekspresi dan aktualisasi soal isu-isu kebudayaan dan keagamaan bagi para komunitas.
Doel menjelaskan, program Ngaji Posonan itu merupakan program tahunan. Di tahun ketujuh ini, Ngaji Posonan didesain untuk menjadi ruang belajar bersama antarkomunitas.
Baca Juga: Baru Tiba di Rumah, Mobil Malah Raib Dicuri: Simak Kronologinya..
Sedangkan tema yang diangkat adalah Santri Berkebudayaan dan Manusia Artifisial. Kegiatan ini akan berlangsung selama 17 hari. Diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul dan belajar terkait isu-isu kontemporer. “Bisa menjadi satu rumusan untuk membekali para peserta untuk menghadapi kenyataan di dunia,” ucapnya.
Menurut Doel, biasanya para peserta atau komunitas yang hadir dalam program ini dari berbagai macam daerah.
"Ini program utama dan animonya sangat luar biasa," tegasnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita