Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Komunitas Mlaku Magelang, Susuri Jejak Sejarah dan Peradaban dengan Berjalan Kaki

Naila Nihayah • Minggu, 12 Januari 2025 | 16:00 WIB

REKAM SEJARAH: Chandra Gusta Wisnuwardana bersama peserta walking tour menyisir sejumlah area bersejarah di Kota Magelang.
REKAM SEJARAH: Chandra Gusta Wisnuwardana bersama peserta walking tour menyisir sejumlah area bersejarah di Kota Magelang.
 

RADAR JOGJA - Kota Magelang kaya akan bangunan-bangunan lawas yang menarik untuk ditelusuri. Tidak hanya itu, setiap sudutnya juga menyimpan cerita dan estetika. Entah jalanan maupun kulinernya. Keberadaan lokasi-lokasi tersebut meninggalkan jejak sejarah dan saksi peradaban di Kota Sejuta Bunga. Namun, tidak banyak yang mengetahui cerita di baliknya.

Karena itu, Komunitas Mlaku Magelang hadir untuk menemani dan berbagi cerita sembari berjalan kaki menyusuri sudut bersejarah di Kota Magelang. Komunitas ini ingin mengenalkan Kota Magelang dengan cara yang berbeda dan dikemas dalam konsep walking tour. Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum dari semua kalangan.

 Baca Juga: Penyertaan Modal Aneka Dharma Sempat Ditolak DPRD Bantul, tetapi Malah Disetujui Gubernur DIY

Chandra Gusta Wisnuwardana membentuk Komunitas Mlaku Magelang sejak 2019. Di akun Instagram-nya, dia aktif mengunggah informasi mengenai sejarah di kota kelahirannya itu. Gusta mulai mengadakan walking tour perdana pada 2020 atau saat pandemi. Kala itu, dia terinspirasi oleh temannya yang menggarap kegiatan serupa di Jogja. "Dia bilang, 'mas, mbok bikin (walking tour, Red) di Magelang, nanti teman-teman saya ajak ke sana'," katanya, Jumat (10/1/2025).

 Baca Juga: Bupati dan Wabup Petahana Absen saat Penetapan Lilis-Zaeni dalam Rapur DPRD Kebumen 

Perbincangan itulah yang memicu dirinya melakukan kegiatan serupa di Kota Magelang. Lebih-lebih, dia penyuka sejarah. Kondisi itu membuat Gusta semakin getol untuk mengenalkan sejarah sekaligus menarasikannya dengan apik. Karena dia menilai, banyak warga yang tidak begitu mengetahui Kota Magelang dari perspektif sejarah. 

Gusta menyebut, tur ini minimal diikuti oleh 30 peserta. Dengan mengusung konsep walking tour, peserta diajak menyambangi kawasan dan beberapa bangunan bersejarah. Saat ini, ada sembilan rute perjalanan yang berpusat di Kota Magelang. Setiap rute, ada titik di mana Gusta bakal bercerita. Baik di depan rumah, museum, hingga berinteraksi dengan pemilik toko. 

 Baca Juga: DPRD Sleman Telah Lakukan Rapat Paripurna Penetapan Bupati dan Wakil Bupati, Sebut Tidak Ada Plt sampai Pelantikan

Walking tour ini, kata dia, rutin diadakan setiap akhir pekan, baik Sabtu atau Minggu. Karena menjelajahi beberapa area bersejarah di Kota Magelang, walking tour ini memakan waktu sekitar 2,5 jam hingga 3 jam. Sesuai rute yang dilalui.

Gusta berharap, Komunitas Mlaku Magelang dapat memberikan pengalaman yang lebih kepada peserta, terutama soal sejarah. Dia juga berkeinginan untuk membuka rute-rute lain di Kota Magelang serta membuat event khusus. Seperti diskusi, pameran, maupun piknik bareng.

 Baca Juga: Keluarga Besar UAJY Rayakan Natal dengan Tema Iman dan Sukacita, Hadirkan Pesan Kepedulian bagi Sesama

Bagi yang berminat untuk mengikutinya, dapat mengaksesnya lewat Instagram @mlakumagelang. Karena dua hari sebelum tur diadakan, Gusta bakal mengunggah rute yang akan dilewati. Untuk biaya, kata dia, Mlaku Magelang menerapkan sistem berdasarkan kepuasan peserta. "Range-nya bervariatif sekali, tergantung mereka," sebutnya. (aya/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bangunan bersejarah #instagram #Walking Tour #peradaban #Komunitas Mlaku Magelang #Kota Sejuta Bunga #museum #mlaku bareng #sejarah #Kota Magelang #rute #jejak #Jogja