RADAR JOGJA - Kota Magelang kaya akan bangunan-bangunan lawas yang menarik untuk ditelusuri. Tidak hanya itu, setiap sudutnya juga menyimpan cerita dan estetika. Entah jalanan maupun kulinernya. Keberadaan lokasi-lokasi tersebut meninggalkan jejak sejarah dan saksi peradaban di Kota Sejuta Bunga. Namun, tidak banyak yang mengetahui cerita di baliknya.
Karena itu, Komunitas Mlaku Magelang hadir untuk menemani dan berbagi cerita sembari berjalan kaki menyusuri sudut bersejarah di Kota Magelang. Komunitas ini ingin mengenalkan Kota Magelang dengan cara yang berbeda dan dikemas dalam konsep walking tour. Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum dari semua kalangan.
Baca Juga: Penyertaan Modal Aneka Dharma Sempat Ditolak DPRD Bantul, tetapi Malah Disetujui Gubernur DIY
Chandra Gusta Wisnuwardana membentuk Komunitas Mlaku Magelang sejak 2019. Di akun Instagram-nya, dia aktif mengunggah informasi mengenai sejarah di kota kelahirannya itu. Gusta mulai mengadakan walking tour perdana pada 2020 atau saat pandemi. Kala itu, dia terinspirasi oleh temannya yang menggarap kegiatan serupa di Jogja. "Dia bilang, 'mas, mbok bikin (walking tour, Red) di Magelang, nanti teman-teman saya ajak ke sana'," katanya, Jumat (10/1/2025).
Baca Juga: Bupati dan Wabup Petahana Absen saat Penetapan Lilis-Zaeni dalam Rapur DPRD Kebumen
Perbincangan itulah yang memicu dirinya melakukan kegiatan serupa di Kota Magelang. Lebih-lebih, dia penyuka sejarah. Kondisi itu membuat Gusta semakin getol untuk mengenalkan sejarah sekaligus menarasikannya dengan apik. Karena dia menilai, banyak warga yang tidak begitu mengetahui Kota Magelang dari perspektif sejarah.
Gusta menyebut, tur ini minimal diikuti oleh 30 peserta. Dengan mengusung konsep walking tour, peserta diajak menyambangi kawasan dan beberapa bangunan bersejarah. Saat ini, ada sembilan rute perjalanan yang berpusat di Kota Magelang. Setiap rute, ada titik di mana Gusta bakal bercerita. Baik di depan rumah, museum, hingga berinteraksi dengan pemilik toko.
Walking tour ini, kata dia, rutin diadakan setiap akhir pekan, baik Sabtu atau Minggu. Karena menjelajahi beberapa area bersejarah di Kota Magelang, walking tour ini memakan waktu sekitar 2,5 jam hingga 3 jam. Sesuai rute yang dilalui.
Gusta berharap, Komunitas Mlaku Magelang dapat memberikan pengalaman yang lebih kepada peserta, terutama soal sejarah. Dia juga berkeinginan untuk membuka rute-rute lain di Kota Magelang serta membuat event khusus. Seperti diskusi, pameran, maupun piknik bareng.
Bagi yang berminat untuk mengikutinya, dapat mengaksesnya lewat Instagram @mlakumagelang. Karena dua hari sebelum tur diadakan, Gusta bakal mengunggah rute yang akan dilewati. Untuk biaya, kata dia, Mlaku Magelang menerapkan sistem berdasarkan kepuasan peserta. "Range-nya bervariatif sekali, tergantung mereka," sebutnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita