Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gigi Palsu Emas Jadi Simbol Status Sosial Era 80-an, Ngetren di Kalangan Pemain Kethoprak, Berkilau jika Kena Lampung Panggung

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 29 Desember 2024 | 14:00 WIB

 

Salah seorang pemakai gigi emas Piter Giyanto
Salah seorang pemakai gigi emas Piter Giyanto

RADAR JOGJA - Dulu gigi emas sangat populer di kalangan masyarakat. Selain sebagai pengganti gigi yang hilang, gigi emas dikenakan juga untuk memperbaiki fungsi mengunyah dan berbicara seseorang.

Namun tak jarang gigi emas pada masa itu dianggap sebagai simbol kekayaan dan status sosial tinggi bagi seseorang. Ada juga yang memakai gigi emas hanya untuk bergaya.

Salah seorang pemakai gigi emas Piter Giyanto menceritakan, alasan memakai gigi emas palsu dulu gara-gara terjatuh dari sepeda dan tiga giginya tanggal. Lalu, pria yang kini berumur 70-an ini langsung memutuskan untuk memasang gigi emas palsu, untuk menggantikan ketiga giginya yang copot itu.

Giyanto juga menjelaskan, dulu ia pasang gigi palsu emas sekitar tahun 1979-an di dokter gigi dekat Hotel Melia Purosani Jogjakarta. "Setelah dipasang, saya sempat tidak ingat diri saya sendiri. Karena gigi saya jadi kinclong dan gemerlap,"  ungkapnya seraya tertawa saat berbincang kepada Radar Jogja di kediamannya, Jumat (27/12/2024).

Sudah puluhan tahun Giyanto memakai gigi palsu emas itu. Menurutnya, saat memakai gigi palsu emas tidak ada bedanya dengan gigi yang sebenarnya.

Gigi emas palsu itu tidak pernah copot. Tapi seiring waktu, ketika Giyanto mulai menua, gigi itu copot sendiri. "Dibuat makan juga biasa, tidak risi juga. Karena gigi itu pasangnya juga kuat, seperti gigi biasa," jelasnya.

Diakuinya, pemakaian gigi palsu emas itu dulu memang ngetren dipakai para orang-orang, khususnya para pemain kethoprak. Karena para pelaku seni kethoprak zaman dulu sangat suka ketika tampil di panggung dengan gigi emas.

"Dulu ketika main di panggung pakai gigi emas terlihat wangun atau pede. Karena ketika kena lampu, giginya juga bisa berkilau," terangnya.

Giyanto juga menjelaskan pemasangan gigi palsu emas dulu harganya terbilang mahal. Sekitar tahun 1979 itu, satu gigi emas dipatok Rp 150 ribu.

"Jadi dulu saya pasang tiga itu Rp 500 ribu. Yang Rp 450 ribu untuk beli giginya, dan Rp 50 ribu untuk biaya pemasangannya," tutur guru kethoprak dan karawitan yang tinggal di Padukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul, ini.

Ia juga menuturkan, pemasangan gigi palsu emas selain punya keunggulan untuk gaya-gayaan, juga juga memiliki kelemahan untuk para penggunanya. Misalnya, gigi di sebelahnya lama kelamaan bisa keropos.

"Itu kan lama-lama giginya bisa habis karena keropos. Dan gigi palsu itu dijual lagi juga tidak laku," bebernya. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#hilang #kethoprak #pengganti #palsu #hotel melia purosani jogjakarta #gigi palsu #gigi emas #gigi #populer #karawitan #Ngetren #tangga #masyarakat