Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hati-Hati, Menjual Cerita Sedih Adalah Trik Awal Seorang Manipulator. Cermati Ciri-Ciri dan Cara Menghadapi Manipulator Berikut

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 26 Desember 2024 | 01:14 WIB
(ilustrasi manipulator, pinterest)
(ilustrasi manipulator, pinterest)

RADAR MALIOBORO - Manipulasi adalah tindakan mempengaruhi seseorang atau suatu kelompok untuk memberikan kontrol, biasanya dilakukan secara verbal dengan menyerang emosional, pribadi, atau mental mereka, sehingga merasa bertanggung jawab dan tidak mempunyai pilihan untuk keinginan manipulator.

Tindakan ini berada dalam konotasi negatif, bersifat memaksa dengan membuat korban merasa bersalah yang akhirnya menyebabkan kelemahan mental atau gangguan mental.

Manipulasi memberikan beban pada korban dengan cara mengeksploitasi korban hingga penyalahgunaan pengetahuan psikologi.

Perilaku manipulasi sebenarnya berapa teknik komunikasi yang menggunakan pengetahuan sosial dari suatu kelompok atau individu dan digunakan secara licik dengan menipu atau melakukan tindakan kekerasan demi memperoleh keuntungan pribadi.

Merujuk pada isu akhir-akhir ini yang sedang berlangsung, kita melihat seseorang yang sebenarnya pelaku memanfaatkan keadaan memprihatinkan yang sedang terjadi padanya untuk menutup segala kemungkinan dirinya ditetapkan sebagai tersangka hukum.

Situasi ini menunjukkan praktik manipulasi yang sedang terjadi, membuat banyak pihak mengalami kebingungan realitas dan digiring pada kesalahpahaman.

Terlepas dari korban yang terdiri dari perempuan, manipulasi dapat terjadi pada siapa saja.

Maka perlu diperhatikan beberapa ciri yang menunjukkan seorang manipulator.

1. Mengancam dan Memaksa

Contoh paling banyak terjadi adalah pasangan yang mengancam akan menyakiti diri sendiri bila pasangannya mengajak putus.

Mengancam ini merupakan tindakan yang paling umum sering dilakukan manipulator, membuat orang lain tidak berdaya dan melakukan keinginan yang mereka buat.

2. Menyalahkan Orang Lain

Baca Juga: Padahal Sudah Dijamin, Warga Penghayat Masih Ragu untuk Mengubah Kolom Kepercayaan di KTP, Apa Penyebabnya

Manipulator cenderung pandai berbohong dan memanipulasi fakta, menyalahkan orang lain atas suatu keadaan hingga membuat mereka meragukan diri sendiri.

Saat itu terjadi manipulator akan melempar kesalahan dan membuat orang lain merasa bertanggung jawab atas kesalahan yang sebenarnya dia lakukan.

3. Gampang Curhat

Tindakan awal yang akan dilakukan manipulator untuk melancarkan aksinya adalah dengan menceritakan tentang rahasia pribadi yang bisa juga tentang hal sensitif.

Hal ini ternyata dapat membuat seseorang merasa istimewa, karena dianggap dapat dipercaya sebagai tempat curhat.

Padahal tindakan ini adalah langkah awal untuk menggali informasi pribadi korban.

Baca Juga: Mengantuk, Minibus Masuk Jurang Sedalam 10 Meter di Jalur Mudik Kebumen-Banjarnegara

4. Melakukan Gaslighting

Tindakan yang dilakukan seorang manipulator dengan mempengaruhi korban hingga meragukan diri mereka sendiri, mempertanyakan ingatan dan tindakan mereka.

Manipulator akan menghakimi dan membuat korban menjadi pihak yang salah.

5. Berperilaku Pasif-Agresif

Mengekspresikan emosi atau perasaan negatif secara tersirat, contohnya: silent treatment.

Perasaan kebingungan akibat ekspresi emosi ini akan membuat korban merasa tertekan karena tidak dapat memahami kesalahan yang mereka lakukan.

6. Menekan Dengan Pemahaman Berlebihan

Baca Juga: Laka Lantas di Purworejo Didominasi Remaja, Secara Kuantitas maupun Jumlah Korban Jiwa Menurun Dibanding Tahun Lalu

Tindakan ini dapat juga disebut dengan Intellectual Bullying.

Manipulator akan memaparkan pengetahuan khusus yang cenderung tidak dikuasai korban, sehingga membuat mereka merasa tidak berdaya untuk mengambil keputusan.

7. Bilangnya Bercanda, tapi Sebenarnya Membully

Melalui data yang telah diperoleh tentang korban, manipulator akan menyerang kelemahan mereka di hadapan umum.

Hal ini dilakukan membuat dirinya terlihat lebih hebat.

Manipulator lahir dari lingkungan yang tidak sehat, dimulai dari pola asuh orang tua, dan tentunya terjadi karena individu mengidap gangguan kepribadian.

Dengan memahami ciri-ciri tersebut kita dapat membuat batasan dan menjaga diri.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi seorang manipulator:

1. Membangun batasan menjadi hal penting yang harus dilakukan, terutama apabila bertemu orang asing atau berada di lingkungan baru.

Mulailah membangun batasan yang tegas.

2. Dalam situasi di mana anda bersalah, maka minta maaf secukupnya.

Cobalah untuk mengambil pelajaran positif melalui evaluasi diri, supaya tidak terbenam dalam rasa bersalah.

3. Curhatlah kepada teman bila mulai merasa tidak nyaman dengan hubungan yang anda jalani, supaya mendapatkan sudut pandang berbeda.

4. Apabila harus mengambil sebuah keputusan, analisis situasi secara perlahan dan jangan terburu-buru. Apalagi mengambil keputusan dengan dipengaruhi situasi emosional.

(Marina Juliana; Berbagai Sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sering #mental health #menipu #memanipulasi #psikologi #manipulator