RADAR JOGJA - Di Gunungkidul, menyusuri sungai bawah tanah menggunakan ban dalam sekaligus menikmati suasana keindahan gua-gua karst yang eksotis tak hanya ke Goa Pindul. Hal yang sama dapat dijumpai juga di wisata Kali Suci.
Kali Suci sendiri terletak di Padukuhan Jetis, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Wisata ini dikenal dengan atraksi utamanya, yaitu cave tubing. Setidaknya ada tiga goa yang menjadi jalur susur sungai, yakni Goa Kali Suci, Glatik dan berakhir di Luweng Gelung.
"Menyusuri sungai sepaniang 750 meter, bukan hanya sekadar petualangan fisik, tapi juga memberikan edukasi tentang geologi, sejarah, dan keunikan alam gua-gua yang terletak di Kali Suci," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Suci Winarto kepada Radar Jogja, Sabtu (21/12).
Winarto menceritakan, awalnya Kali Suci merupakan sumber mata air utama bagi masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, dan mengambil air sebelum masuknya PDAM pada 1995 silam. Melihat potensi keindahannya, pada 2009 masyarakat setempat mulai mengelola Kali Suci sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.
Nama Kali Suci sendiri berasal dari fenomena alam yang unik yakni, sebuah mata air yang tetap bening meskipun aliran sungainya keruh akibat hujan. Mata air ini dipercaya oleh masyarakat sebagai simbol kesucian.
"Keindahan alaminya semakin istimewa karena perpaduan antara sungai terbuka dan sungai bawah tanah yang jarang ditemukan di tempat lain," katanya.
Memasuki wisata Kali Suci, wisatawan harus menuruni sekitar 200 anak tangga untuk menuju sungai tepat di depan pintu masuk gua. Menggunakan ban, wisatawan akan menyusuri keindahan gua dengan ornamen dinding gua yang terbentuk selama ribuan tahun akibat pengikisan air. Wisatawan akan kembali ke sungai terbuka, sebelum memasuki Goa Glatik dan berakhir di Goa Luweng Gelung.
Winarto menjelaskan, jalur Sungai memiliki kedalaman bervariasi, mulai dari satu meter di pintu masuk hingga tiga meter di beberapa titik tertentu. Aktivitas ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan tingkat kesulitan yang relatif aman untuk berbagai usia, asalkan kondisi fisik mendukung.
“Keamanan adalah prioritas utama kami. Setiap wisatawan dilengkapi peralatan keselamatan seperti helm, pelampung, pelindung siku, dan lutut. Selain itu, mereka didampingi pemandu yang telah dilatih untuk penelusuran gua dan memiliki pengetahuan tentang geologi dan ekosistem gua.” jelasnya.
Untuk menikmati pengalaman cave tubing di wisata Kali Suci, pengunjung domestik dikenakan biaya Rp 120.000 per-orang, sedangkan wisatawan mancanegara membayar Rp 200.000 per-orang. Wisatawan akan mendapatkan pendampingan oleh tiga pemandu, peralatan keselamatan lengkap, retribusi kawasan wisata, snack dan minuman.
Namun demikian, Pokdarwis setempat membatasi jumlah pengunjung dalam setiap harinya. Pihaknya memberlakukan batasan jumlah pengunjung hingga 250 orang per hari untuk menjaga kualitas pengalaman dan kelestarian lingkungan.
Kali Suci merupakan bagian dari Geopark Gunung Sewu yang telah diakui UNESCO sebagai kawasan geologi kelas dunia. Pemandu wisata memberikan edukasi tentang proses pembentukan gua, ornamen gua, dan sejarah geologi kawasan ini.(ndi/pra)
Editor : Satria Pradika