JOGJA - Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut kemunculan tiga majalah maupun tabloid berupa Candra, Gembira, dan Bias adalah wadah untuk para guru dan remaja untuk menuliskan hal-hal positif yang berkaitan dengan pendidikan.
"Jadi kalau Candra itu sarana untuk silaturahmi para guru, Gembira untuk anak-anak, khususnya anak-anak yang masih kecil, SD dan SMP. Dan kalau Bias itu tabloid untuk remaja," katanya Jumat (15/11/2024).
Aji menjelaskan, untuk majalah Candra berisi aktivitas-aktivitas sekolah yang menonjol. Misalnya ada anak yang memiliki prestasi di bidang tertentu yang kemudian diwawancarai agar anak itu bisa menularkan pengalamannya ke anak-anak yang lain. Hal itu bertujuan pengembangan mental, spiritual, dan membangun karakter anak-anak. Selain itu, majalah tersebut juga berisi soal guru menulis tentang guru dan sekolah.
Sementara untuk majalah Gembira berisi seorang guru yang mempunyai kiat-kiat yang baik. Lalu untuk majalah Bias khusus untuk anak-anak remaja atau anak-anak SMP akhir dan SMA atau bisa di bilang majalah populer.
"Kami dulu sering melakukan pelatihan-pelatihan penulisan untuk para guru dan remaja. Ada juga pelatihan menulis jurnalistik dan kami juga melibatkan teman-teman wartawan dulu," lontarnya.
Menurut Aji, dulu dari awal kemunculan ketiga majalah itu, yang paling banyak dicari orang adalah majalah Candra dan Gembira. Karena kedua tabloid itu sangat bermanfaat, terutama bagi para guru.
Kemudian menjadi lebih menarik lagi saat muncul majalah Bias. Sebab dulu ketika muncul majalah itu banyak remaja-remaja sekolah yang minta dikirim dan datang ke redaksi untuk minta majalah tersebut.
Untuk penyebaran, ketika hanya ada majalah Candra dan Gembira penyebarannya awal-awal hanya ke kantor-kantor dinas atau ranting-ranting dinas kecamatan. Lalu para guru mengambil ke kecamatan. Tapi lama-lama setelah Bias sifatnya umum.
"Dulu yang mengirim tulisan, ada yang dikirim ke kantor dan ada yang dikirim pakai pos. Ada yang tulisan tangan dan ketik. Tim awalnya lingkungan Disdikpora dan teman-teman, tapi lama kelamaan ada teman-teman wartawan yang membantu. Yang kemudian membuat tabloid ini semakin beragam," ungkap Aji.
Ia berharap seiring berkembangnya teknologi maka penerbitan-penerbitan yang seperti ketiga majalah itu bisa terus dikembangkan. Baginya, hal itu sangat penting karena baik para guru, remaja atau para siswa bisa menyalurkan inspirasi- inspirasinya melalui terbitan ketiga majalah itu.
"Ini kalau bisa dikembangkan, lalu bisa diterbitkan seperti tiga majalah itu melalui digital, maka akan semakin baik. Karena itu bisa mengeser informasi-informasi negatif yang selama ini beredar luas," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita