Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lemari Bufet Memiliki Variasi di Setiap Eranya, Kualitas Kayunya Juga Berbeda

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 3 November 2024 | 15:15 WIB

 

MASIH DICARI: Pemilik Toko Antik Ngurakapi di Jalan Bantul Harno Antik dengan jenis bufet lama model vanderpool.
MASIH DICARI: Pemilik Toko Antik Ngurakapi di Jalan Bantul Harno Antik dengan jenis bufet lama model vanderpool.
 

RADAR JOGJA - Bufet merupakan sejenis almari berbahan kayu dengan panjang kurang lebih dua meter yang terdiri atas tiga kabinet dan sejumlah laci. Biasanya bufet untuk meletakkan perlengkapan rumah tangga atau juga bisa sebuah televisi.

Salah seorang penjual barang antik asal Bantul Harno Antik menjelaskan, secara bentuk bufet zaman dulu dengan sekarang beda. Dari segi kualitas pun juga berbeda untuk kayunya.

Menurut Harno, bufet zaman dulu biasanya berbahan kayu yang kelasnya dari kayu Jawa Timuran (kelas kota). Tapi kalau sekarang jenis kayunya hanya jenis jati baru atau jati Wonosarinan.

Dari segi bentuk pun juga berbeda-beda. Ada bentuk vanderpoll buatan Belanda yang keluar pada tahun 1950-an, lalu ada alditto yang muncul pada 1960-an, dan ada model butef jengki tahun 1970-an.

"Kalau alditto yang memiliki ciri model lengkung, kalau vanderpool cenderung ada interior Eropanya, dan kalau jengki itu minimalis," jelas Harno (25/10/2024).

Ia mengatakan, secara fungsi bufet dari zaman dulu dan sekarang tetap sama. Baginya bufet adalah furniture untuk pernak-pernik atau pajangan di sebuah rumah.

Untuk pembeli, lanjut Harno, dari dulu hingga kini mayoritas bufet dibeli oleh orang-orang menengah ke atas. "Sama dengan zaman sekarang. Kalau orang yang mampu ya belinya yang berkualitas. Tapi kalau kondisinya dari zaman dulu sampai sekarang sama. Zaman dulu pesan mebel yang berkualitas pasti bagus. Tapi juga ada yang tidak bagus. Tapi kalau yang benar-benar pesanan pasti kualitasnya bagus, perajinnya juga bagus," jelas pemilik Toko Antik Ngurakapi, di Jalan Bantul, Dongkelan, ini.

Harno juga mengatakan, bufet sendiri merupakan furniture yang bisa dipesan secara custom. Tapi dari zaman dulu pasarnya tetap sama dan di setiap daerah memiliki bentuk yang berbeda-beda.

"Yang jelas bentuk berbeda. Bufet sekarang cenderung hanya kotak-kotak. Kalau dulu lengkung-lengkung karena sekarang tidak ada perajinnya. Jadi sudah berkurang perajin kayu lama dan juga regenerasi tenaga juga berkurang,"  tuturnya. (ayu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lemari #oldies #perlengkapan rumah #berbahan kayu #laci #Bufet #zaman dulu #kabinet #Bufet Lawasan #model