RADAR JOGJA - Menikah adalah ibadah yang menyempurnakan separo dari agama. Menikah dengan seseorang yang dicintai dan mencintai.
Dalam pernikahan tidak hanya mengandalkan cinta saja, banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan.
Tugas seorang istri adalah taat dan patuh pada suami, maka pilihlah laki-laki yang dapat membimbingmu dalam kebaikan. Oleh karena itu pilihlah calon suami sesuai dengan syariat Islam.
1. Berakhlak Mulia
Di dalam ajaran agama Islam menekankan pentingnya akhlak mulia sebagai salah satu kriteria memilih pasangan. Seorang laki-laki yang berakhlak mulia akan memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang, rasa hormat, dan adil.
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku" adalah hadits dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Hadits ini mengandung pesan bahwa berlaku baik kepada keluarga adalah salah satu kunci keluarga yang Sakinah
2. Memiliki Keimanan yang Kokoh
Iman yang kokoh menjadi pondasi yang sangat penting dalam kehidupan rumah tangga. Karena dengannya seorang pria akan senantiasa taat kepada Allah SWT. Menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
"Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula."
(QS. An-Nur: 26)
3. Bertanggung Jawab dan Memiliki Kemampuan Menafkahi
Dalam Islam, seorang suami diwajibkan menafkahi istri dan keluarganya, baik dalam hal materi maupun non-materi. Kemampuan finansial dan sikap bertanggung jawab menjadi salah satu ciri utama seorang pria yang siap menikah.
"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan Sebagian mereka (laki-laki) atas Sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri Ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hedaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalua perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alas an untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar." (QS An-Nisaa).
4. Mampu Mengendalikan Emosi dan Bersikap Sabar
Seorang suami harus memiliki kemampuan mengendalikan emosinya. Terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam rumah tangga.
Pria yang mudah marah atau bertindak kasar tidak cocok dijadikan suami dalam pandangan Islam.
"Orang yang kuat bukanlah yang mampu mengalahkan lawannya dalam gulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."
(HR. Bukhari dan Muslim).
5. Memuliakan dan Menghormati Perempuan
Islam sangat menjunjung tinggi penghormatan terhadap perempuan. Seorang pria yang baik tidak hanya menghormati istrinya, tetapi juga memuliakan seluruh perempuan.
Sikap ini menunjukkan kedewasaan, kasih sayang, dan kepedulian yang besar terhadap orang lain.
"Barang siapa yang mempunyai anak perempuan, lalu ia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menghinakannya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-lakinya daripada anak perempuan tersebut, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga."
(HR. Abu Dawud).
Menikah dalam Islam bukan hanya tentang cinta dan kasih sayang, tetapi juga tentang tanggung jawab besar dalam menjalankan peran sebagai suami dan istri.
Oleh karena itu, seorang pria yang siap menjadi suami harus memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan ajaran Islam. ***
(Windu Fitri Yansi: Berbagai sumber).
Editor : Iwa Ikhwanudin