Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Tritip Bisa Menempel Kuat di Tubuh Penyu dan Paus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:53 WIB
Ilustrasi Penyu di Penuhi Oleh Tritip (AI/Adobe Frefly)
Ilustrasi Penyu di Penuhi Oleh Tritip (AI/Adobe Frefly)

RADAR JOGJA - Tritip adalah hewan kecil laut yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menempel kuat pada permukaan tubuh penyu dan paus.

Lalu mengapa tritip bisa menempel begitu kuat di tubuh mereka?
Berikut penjelasan ilmiahnya berdasarkan beberapa faktor:

1. Kemampuan Adhesi Tritip
Tritip dikenal memiliki adhesinya luar biasa, yang mampu mengeluarkan semacan semen biologis yang sangat kuat. Memungkinkan mereka dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk cangkang penyu, kulit paus, hingga batu.

Adheis merupakan zat perekat yang lebih dari kuat beberapa lem buatan manusia. Semen yang dihasilkan oleh tritip sangat tahan terhadap air.

Perekat pada tritip dapat menahan berbagai tekanan, termasuk arus laut, perubahan suhu, dan bahkan goresan fisik. Karena itu, tritip mampu menempel pada penyu dan paus meskipun mereka melalui arus yang cukup tinggi.

2. Manfaaf Ekologis bagi Tritip
Bagi tritip menempel pada penyu dan paus memiliki banyak keuntungan, hewan-hewan ini sering kali bergerak jauh melintasi lautan, membawa tritip ke berbagai wialayah perairan yang akan kaya plankton.

Plakton merupakan sumber utama makanan bagi tritip. Oleh sebab itu tritip menempel pada penyu dan paus, dapat meningkatkan peluangnya untuk mendapatkan makanan tanpa harus bergerak sendiri.

3. Pemilih Lokasi Tempelan yang Tepat
Tritip biasnya menempel pada bagian tubuh yang lambat bergerak seperti pada bagian cangkang penyu dan pada kulit paus yang jarang terpapar gesekan arus.

Pada penyu, tritip sering ditemukan pada bagian Bawah cangkang. Sedang pada paus, tritip akan menempel di daerah sekitar kepala atau punggung.

4. Dampak bagi Inang (Penyu dan Paus)
Tritip menempel pada penyu dan paus tidak selalu berdampak negatif. Dalam banyak kasus penyu dan paus terganggu oleh kehadiran tritip, kecuali populasinya menempel dalam jumlah besar.

Pada paus, beberapa jenis tritip bahkan berperan sebagai "penanda hidup" bagi para ilmuwan untuk mempelajari pola migrasi dan umur paus. Karena tritip hanya menempel di hewan-hewan ini sepanjang hidupnya.

Namun, pada kasus-kasus tertentu, tritip yang terlalu banyak bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mengurangi kemampuan bergerak inangnya.

5. Simbosis atau Parasitsme?
Hubungan antara tritip dengan penyu dan paus umumnya dianggap sebagai bentuk komensalisme. Di mana tritip mendapatkan keuntungan dengan menempel pada inangnya tanpa memberi manfaat atau kerugian yang signifikan pada hewan inang.

Tritip tidak menghisap darah atau memakan daging hewan inang, sehingga mereka tidak termasuk parasit yang merugikan.

Namun, dalam beberapa kasus ekstrem, seperti pada paus abu-abu yang kadang ditemukan membawa ratusan hingga ribuan tritip. Berat dari tempelan ini dapat menciptakan hambatan tambahan saat berenang.

Tritip bisa menempel kuat di tubuh penyu dan paus berkat kemampuan mereka menghasilkan perekat yang sangat kuat. Meskipun keberadaan mereka di tubuh penyu dan paus umumnya tidak merugikan.

Namun, akan berbahaya jika jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan sedikit hambatan bagi penyu dan paus.***

(Windu Fitri Yansi: Berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penyu #tritip #tritip menempel pada penyu #paus