JOGJA - Berdiri sejak 2013, Komunitas Hipnotis Jogja (KHJ) mampu memiliki anggota hingga 300 orang. Namun saat ini, hanya menyisakan sekitar 75 anggota. Kini mereka ikut peduli soal kesehatan mental.
Pembina KHJ Eko Wdy menjelaskan, kegiatan di komunitasnya bukan hanya sekadar belajar menghipnotis. Namun juga untuk keperluan kesehatan mental lewat hipnoterapi. Kegiatan hipnoterapi gratis untuk yang membutuhkan juga pernah digelar. Hanya saja jumlah peseranya dibatasi. “Hipnoterapisnya terbatas di KHJ,” sebut Eko Jumat (27/9/2024).
Minat KHJ pada bidang kesehatan mental, lanjutnya, karena menjadi perhatian kalangan milenial dan gen Z. "Karena untuk bidang hipnotis lainnya sedang kurang diminati saat ini," sebutnya.
Menurutnya, dalam hipnotis ada sejumlah bidang khusus yang lebih fokus.
Seperti street hipnotis untuk hiburan. Ada juga hipnotis yang dari panggung ke panggung. Ada juga hipnotis yang digunakan untuk pengembangan diri. Seperti melatih public speaking. Sedangkan untuk terapi atau pengobatan, hanya dengan cara hipnoterapi.
Dia menyadari, hipnotis masih dianggap tabu bagi sebagian segelintir masyarakat. Bahkan stigma negatif tentang hipnotis masih belum bisa dipisahkan. Namun di KHJ, hipnotis itu khusus hanya untuk pertunjukan.
"Kami sering melakukan pelatihan yang disisipkan pemahaman tentang hipnotis. Sehingga tidak melulu negatif," ungkapnya.
Pria berusia 32 tahun itu menuturkan, anggota KHJ tidak ada yang menyalahgunakan hipnotis untuk kriminal. Sebab teknik hipnotis yang digunakan untuk kejahatan kriminal tidak diajarkan kepada anggota KHJ. "Karena memang hanya dasar-dasar saja," tuturnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita