RADAR JOGJA - Berangkat dari pandemi Covid-19, banyak orang yang sengaja mencari hobi lain karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Kondisi itu dimanfaatkan oleh warga Sambeng, Borobudur, Azis Dwi untuk berburu bonsai di hutan maupun membelinya secara online dari luar daerah.
Di kalangan pecinta tanaman, bonsai kerap menjadi primadona. Ketenarannya pun bahkan tidak luput oleh waktu. Tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot itu masih menjadi incaran pecinta bunga dan menjadi usaha ekonomi kreatif bagi pembudidayanya.
Terlebih, bonsai termasuk tanaman hias yang memikat hati karena bentuknya yang memiliki nilai estetik tersendiri. Karena keunikan itu, banyak yang menjadikannya budi daya bonsai sebagai hobi yang menyenangkan.
"Punya sejak Covid-19 atau 2020 lalu. Karena memang saat itu kurang ada kegiatan. Untuk mengurangi rasa bosan, saya coba-coba cari bahan untuk membuat bonsai di hutan. Menurut saya, bonsai itu tanaman yang unik," ujarnya, Jumat malam (30/8).
Tidak hanya berburu, Aziz sesekali membeli bonsai untuk dikoleksi. Utamanya ketika melihat bonsai yang sesuai selera. Biasanya dia akan membeli bahan bonsai dari Tuban, Jawa Timur. Kemudian disusun sendiri. Namun, dia lebih senang berburu bahan bonsai di hutan.
Baca Juga: Di Balik Keistimewaan Plengkung Gading: Satu-Satunya Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Sultan Keraton Yogyakarta
Satu pohon bonsai, lanjut dia, harganya bervariasi. Mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Menurut Azis, selain jenis, harga bonsai dilihat dari tingkat keunikan dan keindahan pohonnya. Semakin bentuknya berkarakter dan umurnya tua, harganya pun semakin mahal.
Ketika sering bereksperimen dan mencoba hal baru, praktis bisa membuat bonsai yang biasa menjadi lebih unik. Selain itu, dari sekian jenis tanaman, memang ada beberapa tanaman yang mudah dibentuk. Seperti pohon bonsai jenis serut.
Berbagai jenis bonsai mejeng di pelataran rumahnya. Total kini ada sekitar 40-an tanaman bonsai berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari serut, sancang, dolar, antingputri, wahong, kibesi, iprik, beringin, dan masih banyak lagi.
Aziz menyebut, perawatan bonsai cenderung mudah. Namun membutuhkan perhatian khusus. Misalnya disiram setiap hari dan diberi pupuk setiap minggu sekali. "Yang penting media tanam harus sesuai dengan bahan yang dijadikan bonsai," paparnya. (aya/laz)