Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Komunitas Sega Jabung, sejak 2019 Kenalkan Aksara Jawa lewat Platform Digital

Khairul Ma'arif • Minggu, 28 Juli 2024 | 15:15 WIB
FOKUS: Seorang siswa saat belajar menulis aksara Jawa yang digelar oleh Komunitas Sega Jabung. Kini mengenalkan aksara Jawa juga dilakukan lewat platform digital.
FOKUS: Seorang siswa saat belajar menulis aksara Jawa yang digelar oleh Komunitas Sega Jabung. Kini mengenalkan aksara Jawa juga dilakukan lewat platform digital.

 

RADAR JOGJA - Aksara Jawa tidak berada di posisi utama dalam berbagai aspek kehidupan di DIY. Padahal, provinsi yang dipimpin Hamengku Buwono X ini selalu menjual wisata budaya Jawa yang kental.

Inilah yang menjadi dasar berdirinya Komunitas Aksara Jawa Sega Jabung sejak 2019 silam. Tujuannya untuk mengenalkan aksara Jawa yang merupakan peninggalan warisan leluhur kepada masyarakat.

Setiap malam Sabtu, ada kegiatan diskusi mengenai aksara Jawa. Sedangkan setiap Minggu, pengenalan aksara Jawa dilakukan untuk anak-anak. Mereka juga langsung praktik dalam menulisnya. “(Komunitas ini juga, Red) mengenalkan aksara Jawa melalui platform digital,” ujar Ketua Komunitas Aksara Jawa Sega Jabung Singgih Indarta Jumat (26/7).

Baca Juga:  Konsolnas Muhammadiyah di Unisa Didatangi Pedemo Minta Jangan Kelola Tambang, Khawatir Dosa Ekologis

Baca Juga: Mimpi Besar Sepakbola Puteri ke Piala Dunia Lebih Dulu dari Sepakbola Putera Dimulai dengan MilkLife Soccer Challenge

Sebab menurutnya, aksara Jawa harus mengikuti zaman agar dapat terus lestari. Sehingga saat ini, aksara Jawa bisa langsung diakses melalui aplikasi Transkara.

 

Upaya untuk melestarikan budaya luhur nenek moyang Jawa ini juga pernah dilakukan sebelumnya. Dengan mengajukan aksara Jawa masuk di setiap perangkat digital.

Usaha itu dilakukan melalui pendiri domain internet Indonesia (Pandi). Sebab penggunaan aksara Jawa saat itu, masih terbatas di beberapa merek gawai saja. “Tujuan dapat kembali digunakan baik manual maupun digital oleh masyarakat luas secara masif,” tegas laki-laki 28 tahun ini.

Baca Juga: Menoreh Culture And Culinary Festival, Wisata yang Memberikan Pengalaman Berbeda Bagi Pengunjung

Baca Juga: Delvintor Siap Tampil Gigih di Balapan Terakhir MXGP 2024

Selama ini, kata Singgih, umumnya aksara Jawa yang dikenalkan juga tidak seluruhnya. Seperti untuk tingkat sekolah dasar, hanya ada 25 aksara, lima sandangan, dan lima pasangan yang diajarkan. Padahal, aksara Jawa sendiri memiliki 97 karakter.

Kini, antusias masyarakat DIJ untuk kembali mengenal budaya Jawa cukup terlihat. Dibuktikan dengan Komunitas Sega Jabung juga telah memiliki 50 anggota.

Merupakan anak-anak, remaja, hingga usia dewasa. Serta dengan adanya beragam kompetisi seperti geguritan, macapat, hingga alih aksara yang digelar dinas kebudayaan kota/kabupaten/provinsi. “Selain itu, banyak dijumpai plang dan produk jualan di DIJ sudah beraksara Jawa,” tandasnya. (rul/eno)

Editor : Heru Pratomo
#nenek moyang #Hamengku Buwono X #komunitas #DIY #sega #jawa #aksara jawa