Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sosok Sudihardjo alias Sronto, Mendidik dengan Kesederhaan ke Anak-Anaknya

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 7 Juli 2024 | 14:00 WIB
Wira Adritama (Putra pertama almarhum Sudihardjo alias Sronto).Rizky Wahyu/Radar Jogja 
Wira Adritama (Putra pertama almarhum Sudihardjo alias Sronto).Rizky Wahyu/Radar Jogja 

 

RADAR JOGJA - Sudihardjo atau yang akrab dikenal sebagai almarhum Sronto, ternyata sosok yang sangat menginspirasi bagi anak-anaknya ketika dulu masih hidup. Wira Adritama, putra pertama Sudihardjo mengungkapkan, ayahnya adalah sosok orang tua yang tidak galak, santai dan tidak saklek dengan anak-anaknya.


Selain itu, sosok Sudihardjo juga sangat memperhatikan anak-anaknya serta tidak banyak menuntut. "Bapak selalu ada komunikasi sama anak-anaknya. Bapak itu mendidik dengan hal kesederhanaan," kata Wira saat ditemui di kediamannya, Minggiran, Jogja, Jumat (5/7).


Menurutnya, sosok 'Sronto' adalah sosok orang tua yang selalu mendukung apapun yang menjadi kemauan anak-anak. Ia juga selalu memberikan nasihat yang bijak untuk menuntun anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami kan dua bersaudara dan kami tidak jadi seniman semua. Tapi bapak selalu mendukung apa pun yang menjadi kehendak dari anak-anaknya," ungkapnya.


Nama tokoh Sronto yang dalam bahasa Jawa berarti sabar dan apa adanya, memang sangat cocok disandang leh Sudihardjo. Sebab, menurut Wira, bapaknya itu dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki watak yang sabar dan menerima segala sesuatu yang ada.


Wira menceritakan, dulu almarhum bapaknya suka bermain kethoprak. Karena basic dasar kemampuan aktingnya sendiri berawal dari kethoprak dan bukan teater. "Awal-awal dulu, bapak main kethoprak dengan Den Baguse Ngarsa di Kecamatan Mantrijeron," ujarnya.

seniBaca Juga: Gelar Seni Pertunjukan Rakyat (Gesper) 2024 akan digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Akan Dihibur Iksan Skuter, Kukuh Kudamai, Nyi Ageng Ethnic


Selain bermain kethoprak, almarhum Sudirhardjo sendiri memiliki hobi memelihara burung untuk kesibukan dan hiburannya ketika di rumah. Menurut Wira, dulu ketika bapaknya pulang kerja, pasti menyempatkan diri ke Pasar Ngasem untuk sekadar membeli pakan burung atau burung itu sendiri. "Bapak jalan kaki kalau ke Ngasem dulu," lontarnya.


Wira mengungkapkan, selain menjadi pemeran sinetron Mbangun Desa dan bermain kethoprak, ternyata Surdihardjo juga bekerja di pabrik cerutu Tarumartani di bagian quality control atau bagian ngecek kualitas tembakau.


Namun ketika ada syuting, biasanya Sudihardjo izin untuk tidak berangkat kerja dua sampai tiga hari. "Dulu waktu bekerja di tembakau, saat tamu dari Belanda bapak mau diajak ke sana, tapi beliau tidak mau," Wira.


Sebagai anak, Wira mengaku suka mendengarkan cerita pengalaman dari almarhum bapaknya ketika bepergian ke mana-mana. Baginya itu adalah kenangan terindah.


"Kenangan yang tidak terlupakan dengan almarhum bapak itu ketika beliau dikirim ke Kalimantan untuk ikut pertunjukan seni rakyat dengan kelompoknya. Wah, itu saya mendengarnya sangat senang. Karena bapak cerita semalam suntuk dengan penuh kebahagiaan," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Satria Pradika
#oldies #Sronto #mendidik