Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komedian Anang Batas Nilai Sudihardjo Dalami Peran Kang Sronto secara Konsisten: Kadang Nylekethe, Njelehi, dan Sok Keminter

Gregorius Bramantyo • Minggu, 7 Juli 2024 | 15:00 WIB
Anang Batas.Dok. Pribadi
Anang Batas.Dok. Pribadi

 


RADAR JOGJA - Pada era 1980 hingga 1990-an lalu, TVRI Jogja menayangkan program "Mbangun Desa” setiap akhir pekan. Sinetron berbahasa Jawa ini cukup melekat di benak para pemirsa setianya pada waktu itu.

Acara itu bertahan sampai dua dekade. Menjadi salah satu acara favorit stasiun televisi pelat merah itu, bahkan disiarkan pula secara nasional. Para tokoh ikoniknya masih diingat hingga kini. Salah satunya tokoh Kang Sronto yang diperankan mendiang Sudihardjo.


Seniman dan komedian Anang Batas mengungkapkan, Sudihardjo berhasil mendalami karakter Kang Sronto secara konsisten. Hingga akhirnya karakter itu melekat pada diri Sudihardjo.


Menurutnya, Kang Sronto berhasil menciptakan persona unik dan konsisten yang lebih mudah diingat oleh penonton. “Tidak hanya berusaha untuk sekadar lucu atau menghibur, tetapi juga mengembangkan karakter yang khas dan otentik,” ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (5/7).


Pria bernama lengkap Anang Dwi Yatmoko ini mengatakan, gaya dari Sronto itu menjadi ciri khas dari masing-masing pelawak atau seniman pada zamannya. Artinya Sronto tidak mencoba meniru atau menyesuaikan diri dengan gaya pelawak lain. Alias tidak ikut-ikutan dengan gaya orang lain. “Sronto ya Sronto,” sebutnya.


Yang paling Anang ingat adalah karakter Sronto yang bergaya ala wong ndesa dengan kesan lugu. Namun terkadang bisa tampak menjengkelkan. Sambil sesekali menyisipkan dialog yang ia nilai bijak. Karakter seperti itu, mampu menghadirkan komedi yang cerdas dan mempunyai pesan yang mendalam.


Karakter seperti itu bisa mengungkapkan pengamatan yang tajam tentang nilai-nilai kehidupan atau bahkan dilema sosial. Anang menyebut, gaya seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga bisa memberikan pemahaman kepada penonton tentang nilai-nilai hidup.

Atau setidaknya menggugah pemikiran penonton. “Bergaya ala wong ndesa yang nampak lugu, tapi kadang nylekethe atau njelehi dan sok keminter. Tapi ada muatan dan isinya,” ucap Anang.


Pria kelahiran 12 Mei 1969 ini menilai, sosok Sronto sangat menginspirasi seniman yang lain. Terutama bagi generasi di bawahnya. Menurutnya, Sronto adalah pribadi yang sederhana dan konsisten dengan prinsipnya. Kemampuan Sronto dalam berkarya juga totalitas. Lihai beradaptasi dengan berbagai pribadi.


"Beliau sosok yang sederhana dan konsisten dengan pilihannya. Berkarya penuh totalitas, mampu beradaptasi dengan siapapun,” kata komedian yang juga sering dipanggil Abat, akronim dari Anang Batas ini. (tyo/laz)

Editor : Satria Pradika
#TVRI Jogja #Sronto #komedian #MBANGUN DESA #anang batas