Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mainan Gangsingan Bluluk Itu Murah Meriah, Bahannya Mudah Didapat dan Dibuat Sendiri

Andi May • Minggu, 23 Juni 2024 | 16:00 WIB

MUDAH DIDAPAT: Gangsingan bluluk ini berbahan dasar buah calon kelapa yang jatuh dari pohonnya.
MUDAH DIDAPAT: Gangsingan bluluk ini berbahan dasar buah calon kelapa yang jatuh dari pohonnya.



RADAR JOGJA -
Bagi generasi yang lahir tahun 1980-an sampai 1990-an, mungkin tidak asing mendengar nama mainan gangsingan bluluk. Mainan tradisional dengan bahan dasar calon buah kelapa yang jatuh itu, pernah populer di zamannya.

 

Hanya saja tren gangsingan bluluk memudar dengan hadirnya gasing berbahan plastik dan modern di kalangan anak-anak saat ini. Tapi untuk kalangan orang-orang tua, akan sedikit bernostalgia jika mendengar gangsingan bluluk.

 

Salah seorang penikmat mainan gangsingan bluluk, Bayu Prihartanto mengaku mendengar nama permainan jadul itu membuat dirinya kembali mengenang masa lalu. Bagaimana tidak, gangsingan bluluk sangat wajib dimiliki anak-anak lelaki pada saat itu.

 

"Bagaimana yah, namanya anak laki-laki mainnya juga harus laki donk. Itu jadi ajang tanding bagi saya dan teman-teman saat pada masa itu," ujar Bayu kepada Radar Jogja, Jumat (14/6).

 

Menurutnya, waktu terputarnya gangsingan bluluk yang terlama menjadi pemenangnya. Tentu kemenangan itu membuat para anak lelaki cukup untuk menyombongkan diri. Terlebih lagi, lamanya putaran gangsing ditentukan seberapa apik dan bagus "kelapa kecil" yang dipilihnya.

 

"Seingat saya, semakin kecil anak kelapanya maka semakin lama putarannya. Sekali tanding bisa lima sampai enam orang,"  ucapnya.

 

Pada masanya, gangsingan bluluk itu hanya diikatkan dengan tali yang berbahan dasar kain. Tali penutup karung semen ataupun beras yang paling cocok untuk digunakan. Namun, sejak ada gelang karet, tali yang digunakan itu pun diganti.

Baca Juga: DPU PR Kabupaten Wonosobo Bakal Bangun 2 Embung Senilai Rp 24 Miliar di Kawasan Wisata Dieng, Ini Alasannya..

 

Bahkan tak jarang mainan gangsingan bluluk juga dijual oleh anak-anak lelaki pada saat itu. Bayu mengatakan, bluluk yang dikumpulkan sebanyak-banyaknya lalu dibuat menjadi gangsingan bluluk kemudian dijual.

 

"Kalau tidak salah harganya saat itu Rp 100 per buah, atau malah tidak sampai segitu. Itu sudah dibuat menjadi gangsingan bluluk dan banyak juga yang beli," ungkapnya.

 

Permainan gangsingan bluluk, kata Bayu, cukup mewarnai hari-hari anak lelaki pada masanya. Masih banyak lagi permainan berbahan dasar alam yang sering dimainkan pada waktu itu. (ndi)

Editor : Herpri Kartun
#jadul #oldies #bluluk #gasing