Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nostalgia dengan Permainan Gangsingan Bluluk, Semakin Lama Berputar Pemain Semakin Puas

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 23 Juni 2024 | 13:00 WIB
MUDAH DIDAPAT: Gangsingan bluluk ini berbahan dasar buah calon kelapa yang jatuh dari pohonnya.
MUDAH DIDAPAT: Gangsingan bluluk ini berbahan dasar buah calon kelapa yang jatuh dari pohonnya.

 

RADAR JOGJA - Bagi generasi di era tahun 80 hingga 90-an, mungkin tidak asing dengan permainan gangsingan (gasing) dari calon buah kelapa muda alias bluluk. Ya, permainan lawas ini memang masyhur pada zamannya. Meski sederhana, sebagian besar anak kecil kala itu cukup terhibur bermain gasing dari bluluk kelapa.

 

Seperti diungkapkan Imam Nurdiansyah, 37, warga Desa Wonosari, Kecamatam Kebumen. Dia mengaku punya cerita tersendiri dengan permainan gasing bluluk ini. Lebih tepatnya ketika sudah beranjak usia 10 tahun atau saat masih duduk di sekolah dasar.

 

"Pas masih SD mainan itu. Dulu siapa paling lama muter, jadi pemenang. Semakin lama gangsingan muter, ada kepuasan tersendiri. Pasti riang," kata Imam, Jumat (14/6).

 

Ia bercerita kenal dengan permainan gangsingan bluluk dari orang tua. Saat masih kecil, Imam sering dibuatkan gangsingan dari bahan calon kelapa muda yang jatuh. "Orang tua saya kan sering bersih-bersih kebun. Kalau pulang ke rumah biasanya dibuatkan gangsingan pakai mbuluk," ungkapnya.

 

Di Kebumen, penyebutan buah calon kelapa ini disebut mbuluk atau tembuluk. Di Jogja masyarakat menamai bluluk. Bluluk ini cukup mudah dijumpai di pekarangan yang terdapat banyak pohon kelapa.

 

Bluluk bisa menjadi bahan permainan gangsing hanya dengan bahan seutas karet dan lidi. Caranya cukup mudah dan simpel. Karet dipotong menjadi bagian memanjang. Kemudian karet itu dikaitkan pada lidi lalu ditancapkan pada bagian atas bluluk.

 

Agar putaran semakin lama, gangsing itu lebih dulu diputar di atas tanah atau lantai dengan permukaan datar. Otomatis karet nantinya akan terpilin. Setelah jadi, gangsingan bluluk siap diputar dengan diangkat ke udara sampai karet kembali seperti semula.

 

Warga lain, Muharom Yuliarta, 32, mengatakan, bermain gasing bluluk dapat untuk menghibur diri dan mengisi waktu luang ketika masa kecil dulu. Kala itu dia sering mencari bluluk berukuran kecil agar putaran gasing cepat dan lama.

"Kalau pakai yang besar pasti muter lambat. Karetnya pakai yang warna kuning karena lebih kecang," jelas warga Desa Jatiluhur, Kecamatan Karanganyar, Kabumen itu.

 

Dia merasa sedih permainan gasing bluluk kini sudah mulai terkikis zaman. Kondisi ini akibat banyaknya pilihan permainan yang erat dengan kecanggihan tekonologi. Menurutnya, permainan tradisional itu tidak merusak lingkungan. Terpenting lagi, tak membuat anak kecanduan seperti halnya permainan di handphone atau komputer. "Anak sekarang mungkin tidak tahu gangsing. Semua sudah ada di HP. Tinggal download selesai," katanya. (fid)

Editor : Herpri Kartun
#oldies #bluluk #lawasan #gasing