RADAR JOGJA - Komunitas Generasi Energi Bersih concern soal isu transisi energi. Sebanyak 24 relawan yang bermarkan di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM ini pun getol mengedukasi masyarakat soal penggunaan energi baru terbarukan (EBT).
Ketua Generasi Energi Bersih Jogja Aji Bayu Kusuma menjelaskan, komunitasnya ingin ikut berkontribusi terhadap kebijakan energi nasional (KEN). Harapannya Indonesia bisa berbasis pada penggunaan energi bersih minimal 30 persen pada 2050.
Oleh karena itu, edukasi yang dilakukan soal penggunaan solar panel. Selain itu, bagaimana cara melakukan pengolahan sampah. Langkah ini turut menggandeng BUMKal yang ada di DIY.
"Sampah bisa diolah menjadi energi salah satunya dengan cara Refuse Derived Fuel (RDF) atau dengan metode yang lain," jelas Aji Jumat (14/6).
Saat ini, kegiatan diskusi juga turut dilakukan bersama BUMKal yang memiliki pengelolaan sampah. Harapannya bisa menemukan solusi untuk penanganan sampah di Jogja. “Sehingga kami memiliki kajian terkait model bisnis pengelolaan sampah,” ucapnya.
Model itu, lanjutnya, bisa dibuat acuan untuk kerja sama dengan BUMKal lain. “Dengan bisnis sampah yang sudah jalan,” sambungnya.
Selain terjun langsung untuk mengedukasi masyarakat, komunitas ini juga sering mengadakan berbagai macam acara. Seperti menggelar kompetisi debat terkait isu iklim energi dan lingkungan untuk mahasiswa se-DIY. (ayu/eno)