Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Timbangan Dacin, Semestinya Alat Mengukur Barang tapi Beralih Fungsi untuk Timbang Balita di Posyandu

Andi May • Senin, 3 Juni 2024 | 00:59 WIB

 

POSYANDU: Kader posyandu di bawah binaan Puskesmas Kebumen II sedang mengecek bobot balita menggunakan timbangan dacin.
POSYANDU: Kader posyandu di bawah binaan Puskesmas Kebumen II sedang mengecek bobot balita menggunakan timbangan dacin.

 

RADAR JOGJA - Timbangan dacin mungkin tidak asing bagi ibu-ibu yang sering ke posyandu untuk mengantar sang buah hati. Timbangan berwarna kuning terbuat dari besi kuningan itu kerap kali digunakan sebagai pengukur berat badan balita.


Namun begitu, mungkin sebagian ibu-ibu mengetahui timbangan itu tidak diperuntukan sebagai alat ukur yang semestinya. Salah seorang ibu dari Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul, Ulfah Nurul Azizah mengatakan, ia mengetahui bahwa alat ukur berat badan anak bukanlah alat yang semestinya.


"Saya tahu, biasanya alat ukur berat itu digunakan untuk mengukur beras, daging, dan semacamnya. Tapi, yah mau gimana lagi, posyandu menyediakan itu, jadi saya ikut aja," ujar Ulfah kepada Radar Jogja, Jumat (24/5).

Ibu satu anak itu mengatakan, penggunaan timbangan dacin untuk mengukur berat badan anaknya mulai dari kali pertama mengikuti posyandu sampai anaknya berusia dua tahun. "Semua demi tumbuh kembang anak saya. Jadi penggunaan timbangan apa pun yang disarankan sama bidan, saya manut saja," ucapnya.


Namun, rupanya penggunaan timbangan itu membuat anaknya trauma dan takut untuk ke posyandu. Ulfah menuturkan, anaknya kerap kali menangis saat hendak mengukur berat badan pakai alat tersebut.


"Anak saya takut terhadap bunyi dari gesekan besi dan bentuknya. Saya rasa penggunaan timbangan itu sangat tidak cocok bagi anak kecil," ungkapnya.

Meskipun terkesan tidak ramah anak, timbangan itu juga hingga kini masih sering digunakan di posyandu-posyandu lingkungan warga. Selaku ibu yang sangat peduli akan tumbuh kembang anak, Ulfah berharap timbangan itu dapat diganti.


Usai mengukur berat badan, kata Ulfah, anaknya diberikan makanan gizi tambahan, vitamin, dan obat cacing. Menurutnya, mengikuti posyandu sampai anak berusia lima tahun.

Berat, Butuh Tenaga Ekstra Pemakaiannya

Keberadaan timbangan dacin kini mulai jarang ditemukan, seiring penggunaan timbangan digital. Masyarakat cenderung memilih timbangan digital karena dianggap jauh lebih praktis dan efisien.


"Sudah jarang banget. Mungkin males repot ya. Timbangan itu (dacin) kan berat banget. Kalau mau pasang harus pakai tenaga ekstra," kata pegawai Puskesmas Kebumen II, Kabupaten Kabumen Wiji Kusumaningsih, Jumat (24/5).

Menurut Wiji, timbangan dacin semakin ditinggalkan karena timbangan terbaru lebih menawarkan banyak keunggulan. Padahal, timbangan dacin ini sebenarnya memberikan hasil cukup akurat dan konsisten. "Kalau pas nimbang anak hiperaktif, pakai timbangan digital hasilnya bisa selisih," sambungnya.


Timbangan ini dirancang untuk bobot yang relatif kecil. Umumya timbangan dacin di posyandu memiliki dua lengan memanjang. Satu lengan di antaranya terdapat poros atau bandul yang dapat berputar menyesuaikan bobot yang akan ditimbang. Hasil timbangan akan dilihat dengan menyesuaikan dua posisi jarum yang berada ditengah.


Lebih lanjut Wiji mengungkapkan, ada kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan timbangan dacin. Di antara kelebihannya adalah timbangan ini dapat digunakan untuk anak usia hingga tiga tahun. Sedangkan timbangan digital maksimal hanya untuk anak berusia dua tahun. "Lepas tiga tahun biasanya sudah pakai timbangan berdiri," ungkapnya.


Dari sisi keamanan, timbangan dacin cukup berbahaya jika kader posyandu salah dalam pemasangan. Balita bisa saja terkena bandul timbangan manakala tidak hati-hati saat proses penimbangan. Fatalnya lagi, balita bisa tertimpa timbangan jika ikat pada bagian atas tidak terlalu kencang. "Misal tiba-tiba bandul merosot bisa kena kepala. Biasanya ibu fokus taruh si bayi, kader posyandu fokus pegang timbangan," jelas Wiji. (ndi/fid/laz)

Editor : Satria Pradika
#Alat Mengukur Barang #bobot balita #Timbangan dacin #oldies #Timbangan Balita #posyandu