Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kursi Pentil Kini Jadi Pemanis Desain Kafe Klasik di Prambanan

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 12 Mei 2024 | 16:00 WIB

 

Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja
Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Kursi pentil begitu ngetren sebelum tahun 1990-an. Tak heran kalau kemudian kursi ini sudah sulit ditemukan. Kafe Pengklik Kopi Ro Teh di Pengklik, Madurejo, Prambanan, Sleman, menggunakan kursi pentil dengan alasan cocok dengan konsep desain kafe yaitu klasik.


"Saya terinspirasi dari ingatan dulu sewaktu kecil di kampung saya banyak pemilik kursi itu. Jadi menurut saya cocok jika kafe ini pakai setingan kursi pentil," ujar salah seorang konseptor Kafe Pengklik Kopi Ro Teh, Hartoto Wahyudi saat ditemui di lokasi kafe, Jumat (10/5).


Tujuan pemakaian kursi pentil di kafe itu karena memang konsep desain kafe yang dipilih adalah retro atau klasik. Tak hanya itu, motif lantai dan corak eksterior lainnya juga bernuansa klasik, sehingga pemilihan kursi pentil itu sangat pas.


"Kami mencoba mengajak pengunjung untuk bernostalgia saat datang ke sini. Mereka secara tidak sengaja akan mengingat kenangan-kenangan masa lampau yang tidak jauh dari keberadaan kursi itu pada zamanya," tuturnya.


Seperti di Pengklik Kopi Ro Teh, kursi pentil merupakan kursi yang terbuat dari pentil dengan warna bervariasi. Walaupun sudah pudar, dalam satu kursi terlihat anyaman pentil dengan macam-macam warna yang lebih dominan biru muda.


"Dulu di rumah punya dan para tetangga juga banyak yang punya. Sekitar tahun 1990-an kursi itu masih sering saya jumpai," jelasnya.
Hartoto menyebut ia membeli kursi itu lewat online, karena saat ini di Jogja sudah sulit ditemukan produsenya. Ia mengaku membeli kursi pentil itu seharga Rp 2,5 juta untuk dua set kursi.


"Dulu sebelum beli sempat kepikiran mau kursi pentil atau kursi sedan (babon angkrem). Karena beberapa pertimbangan kita pilih kursi pentil, walaupun keduanya sama-sama kursi zaman dulu yang sekarang hampir punah," kelakarnya.


Menurut Hartoto, pertimbangan paling pokoknya adalah karena kursi itu difungsikan untuk kafe dan sering digeser atau dipindahkan. Menurutnya, dibandingkan dengan kursi sedan, kursi pentil lebih ringan."Kursi sedan kan bahannya full kayu. Kalau ini kan hanya besi ringan dan anyaman pentil, jadi enteng," jelasnya.


Saat mengunjungi kafe ini memang syahdu. Setingan kursi pentil menambah kenyamanan duduk dan menikmati hidangan di sore hari. Terdapat sekitar 12 kursi model kursi pentil di kafe ini yang di tata melingkari meja bundar, juga bernuansa klasik. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #kursi jadul #Mantrijeron #oldies #memori lama #lebih nyaman #Kursi Pentil Jadul #Teras Rumah #Desain Kafe Klasik #Vintage #kursi pentil #santai