RADAR JOGJA - Bekas suntikan cacar menjadi kenangan atau pengingat momen tersendiri bagi yang pernah mengalami. Salah satunya Suwanti, 45. Dia pernah menjalani suntik cacar atau vaksin pada saat duduk di bangku SD.
"Lupa kelas berapa dan vaksin apa. Tapi dulu pernah suntik waktu SD. Ingat sekali dulu banyak teman-teman yang ketakutan sampai ada juga yang kabur, lari-lari," ujar Suwanto kepada Radar Jogja, Kamis (2/5).
Bahkan sekolah yang awalnya penuh dengan canda tawa berubah jadi jeritan histeris para siswa. Menurutnya, momen suntik cacar saat SD menjadi momen yang lucu sekaligus menggelikan. Pasalnya, tak sedikit juga siswa laki-laki yang takut dengan jarum suntik. "Ada yang nangis, ada yang lari-lari, ada yang nyengir dan meronta juga saat disuntik," lanjutnya.
Dia mengaku usai mendapatkan vaksin, bekas suntikannya bengkak sampai berhari-hari. "Disuntik sebelah kiri, bengkak sampai semingguan kayaknya. Bekasnya sekarang juga agak besar," katanya sambil menunjukkan bekas suntikan cacarnya di lengan atas.
Dia tak mengingat betul efek yang dialaminya setelah mendapatkan suntik imunisasi. "Biasa. Tapi sepertinya panas juga setelah itu," tambahnya.
Hal serupa juga dialami Sumarni, 46. Dia mengaku saat usia kanak-kanak pernah mengalami suntik imunisasi hingga berbekas. "Sekarang bekasnya gede di lengan seperti tato," ungkapnya.
Meksi sedikit menakutkan, dia mengaku diiming-imingi jajan saat itu agar mau untuk disuntik imunisasi. Selain itu, bidan yang menyuntik juga memberikan pengertian bahwa imunisasi itu penting untuk kesehatannya agar terhindar dari penyakit.
Sementara itu, Supri Yatno, warga Sewon, Bantul, juga mengaku punya tanda bekas cacar. Itu berarti dia dulu juga pernah diuntik cacar. "Mayoritas dulu kalau disuntik cacar itu ada bekasnya," ujarnya (3/5).
Pria berusia 47 tahun ini menceritakan waktu SD disuntik cacar dua kali. Yakni kelas dua dan kelas enam. "Itu dampaknya tidak sakit. Tapi habis dicacar dulu sekolahnya boleh masuk atau tidak. Ada keringanan dari sekolah," katanya.
Supri menjelaskan, bekas suntikan cacar yang lebar itu katanya waktu nyuntik disudet atau dinaikkan. Namun menurut pria yang berprofesi sebagai satpam ini, waktu disuntik tidak ada rasa sakit dan setelahnya juga tidak menimbulkan efek samping.
Untu tanda bekas cacar itu bukanlah suatu rahasia lagi di kalangan orang tua zaman dulu. Karena dulu kata yang nyuntik, kalau jadi atau berhasil suntiknya malah bekasnya lebar.
"Kalau sakit itu tidak. Maksudnya habis disuntik itu tidak ada efek sampingnya. Dulu zamanku yang nyuntik pegawai puskesmas. Bukan mantri, kalau mantri angkatan sebelum aku," jelasnya.
Supri juga mengatakan murid SD zaman dulu suka kalau dicacar. Sebab dulu guru-guru mengatakan kalau disuntik cacar tubuh bakal kebal atau tidak akan kena penyakit. "Cacar itu kan juga sejenis vaksin kalau sekarang," katanya.
Tak hanya itu, Supri juga mengaku waktu disuntik cacar rasanya hanya seperti digigit semut. Waktu suntik cacar itu berlangsung, murid-murid mayoritas pada senang.
"Dulu kalau cacar seneng, tapi ada juga yang takut. Kalau yang berani, ya dipamer-pamerkan. Habis dicacar pasti sekolahnya pulang pagi. Jadi pada senang," tandasnya. (han/ayu/laz)