RADAR JOGJA - Dosen Sastra Indonesia UNY Mawaidi D.Mas menyebut, karet penghapus motif bendera negara bukan hanya sekadar gambarnya saja. Namun benda itu secara tidak langsung mempunyai nilai edukasi buat anak-anak.
"Yang jelas kalau berdasarkan pengalaman pribadi, dulu saya memakai itu. Barang itu baik untuk pengenalan atau bisa menjadi cara untuk mengedukasi siswa atau masyarakat," jelasnya kepada Radar Jogja (26/4).
Menurut Mawaidi, dulu ketika masih anak-anak penghapus itu bisa menjadi sarana atau pengetahuan terselubung untuk pengenalan lambang atau bendera negara yang ada di dunia.
Dan bagi pengelolaan Penerbit Cantrik Pustaka ini, akan lebih menarik lagi jika perusahaan karet penghapus itu muncul lagi. Sebab, harapannya hal itu tidak hanya sekedar bendera-bendera saja tapi juga pengetahuan-pengetahuan yang lain yang bisa mengedukasi publik.
"Banyak ya sebenarnya sekarang konten-konten yang bisa dibuat dalam karya penghapus itu. Kan terkadang kami masih sering memakai karet penghapus," katanya.
Mawaidi menegaskan penghapus dengan lambang bendera negara sangat memiliki nilai edukasi. Dan hal itu sampai sekarang juga membekas. "Jadi kalau dapat karet penghapus itu jadi mengingat dulu kami pernah memainkan tebak-tebakan bendera negara tertentu," ujarnya.
Ia juga menjelaskan jika karet penghapus itu sekarang masih ada. Maka orang akan tidak lagi memakai karet penghapus sebagai fungsinya, tapi sebagai koleksi. Karena baginya itu akan lebih menarik secara visual juga benda itu menarik. "Itu bisa dikoleksi, bisa dipajang di tembok. Juga akan meromantisasi masa lalu," ungkapnya.
Saat ini memang karet penghapus sudah mempunyai banyak model yang lucu. Hal itu supaya anak-anak suka. Namun ia berharap barang-barang itu bisa dikembalikan seperti zaman dulu atau barang-barang itu dibuat dengan adanya nilai edukasi.
Menurut Mawaidi, ini agar masyarakat bisa belajar. Mungkin benda itu bisa menjadi sarana untuk mendidik masyarakat secara tidak langsung.
"Itu justru akan menjadi wawasan global anak-anak jika itu muncul lagi. Orang kan bisa jadi tahu mengenai lambang bendera-bendera negara itu," tuturnya.
Mawaidi juga menjelaskan penghapus dengan lambang bendera negara bisa memicu anak-anak untuk menjelajahi dunia. Daripada memaki peta ataupun globe, karena itu sangat rumit.
Dengan adanya karet penghapus motif lambang bendera negara, sebenarnya bisa untuk memicu kreativitas anak-anak untuk mengimajinasikan mereka seperti mereka seakan-akan bisa menjelajahi dunia.
"Selain memicu punya wawasan global, juga bisa menjadikan anak-anak menyukai desain. Kita tidak pernah tahu karena warna-warna atau desain dari lambang negara akan memicu anak-anak yang senang menggambar," tandasnya. (ayu/laz)