RADAR JOGJA - Buah Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mampu mendatangkan penghasilan rupiah.
Apalagi jika kita mengetahui cara - cara membudidayakan pisang, yang mana membuat hasil panen bisa jadi lebih memuaskan.
Melihat dari permintaan pasar, ketertarikan masyarakat mengonsumsi pisang karena buah ini mengandung banyak nutrisi, vitamin C, hingga serat.
Selain itu, buah pisang juga menjadi bahan dasar olahan makanan ringan, misalnya sale pisang, pisang karamel, pisang bakar keju, dan sebagainya.
Namun membudidayakan pisang ini tidak boleh asal. Ada syarat-syarat tertentu agar hasil panen akan memuaskan.
Dikutip dari YouTube Inspirasi Agribisnis, Pembudidaya Pisang asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Mbah Lasiyo Saifudin membagikan bagaimana cara membudidayakan pisang yang benar.
Pertama, pemilihan bibit pisang, Lasiyo menyarankan supaya memilih bibit pisang yang bagus.
Pemilihan bibit yang bagus akan mempengaruhi pertumbuhan pisang nantinya.
“Siapkan bibit yang bagus,” kata Lasiyo, dikutip dari YouTube Inspirasi Agribisnis pada Kamis (1/2/2024).
Kedua, menyiapkan lubang tanam yang ideal. Menurut Layiso, lubang tanam idealnya berukuran 40 sentimeter. Sedangkan jarak antar pohon sekitar 3 meter.
Namun jangan lupa, lanjut dia, sebelum menanam bibit pisang itu perlu divaksin untuk mengurangi resiko diserang hama.
“Sebelum menanam, itu perlu diimunisasi atau divaksin memakai pestisida nabati,” ujarnya.
Ketiga, proses pemupukan. Pada tahapan ini, pemupukan bisa dilakukan di hari ketiga pasca tanam.
Apabila menggunakan pupuk alami, pupuk yang dibutuhkan sekitar 3 kilogram.
Sedangkan saat memasuki usia tiga bulan, maka pupuk yang dibutuhkan adalah 4 kilogram.
“Total 7 kilogram untuk satu musim tanam,” ungkapnya.
Perlakuan berbeda ketika memakai pupuk kimia. Lasiyo mengatakan untuk pupuk jenis kimia ini perlu tiga kali pemupukan.
Diantaranya, 3 hari pasca tanam memerlukan 50 gram pupuk kimia. Memasuki triwulan pertama ditambah 300 gram.
Hingga pada triwulan kedua ditambah lagi 300 gram.
Keempat, merawat tanaman. Masih kata Lasiyo bahwa proses pembersihan ini tidak harus setiap hari.
Namun ketika kondisi di sekitar bibit pisang kotor, maka perlu segera dibersihkan.
“Juga ketika menemukan daun pisang berwarna kuning, sebaiknya dipotong,” ujarnya.
Sedangkan proses pemotongan daun yang berwarna kuning itu lebih baik tidak dipotong terlalu pangkal.
“Diberi jarak 25 sentimeter untuk menghindari kuman atau virus masuk ke dalam batang pisang,” ucapnya.
Usai keempat tahapan sudah dilalui, Lasiyo mengungkap proses selanjutnya tinggal menunggu pertumbuhan jantung.
Ia menandai untuk beberapa jenis pisang, musim panen bisa diketahui setelah tumbuhnya jantung.
“Biasanya untuk jenis pisang raja, ambon, kepok, cavendish, ketika sudah tumbuh jantung, maka masa panen sekitar 2,5 bulan,” tutupnya. (Rattiantic / Radar Jogja)
Baca Juga: 4 Rekomendasi Skincare Ini Bisa bantu Kamu Hilangkan Flek Hitam atau Bekas Jerawat. Apa Saja..?
Editor : Meitika Candra Lantiva