Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Kini Menurun, Melukis Slebor Becak Kurang Diminati Lagi

Khairul Ma'arif • Minggu, 31 Desember 2023 | 15:25 WIB
Hermanu.Pengamat lukisan slebor becak 
Hermanu.Pengamat lukisan slebor becak 

RADAR JOGJA - Lukisan pada slebor becak sempat ngetren pada tahun 1970-an. Banyaknya tukang becak di Jogja membuat pelukis slebor berjamuran. Kondisi itu sejalan dengan minat dari para tukang becak yang ingin slebor kendaraannya dihias.


Namun, kondisi dulu dan sekarang berbeda. Tren yang sempat menggeliat itu kini menurun drastis. Peminatnya semakin sedikit dan pelukis slebornya juga terus menurun.


Pengamat lukisan slebor becak Hermanu mengatakan, dulu lukisannya lebih mengarah ke vocard. Mulai dari lukisan kata-kata, pemandangan, sriningsih dan lain sebagainya. Gaya lukisan di slebor becak semacam itu banyak ditemui di Jogja ataupun Solo.


Selain slebor, Hermanu mengungkapkan, dahulu trennya juga ada lukisan di sandaran kursi becak. Di titik itu ada lukisan yang saat ini sedang menjadi tren. "Itu ada lukisannya, pemandangan, gerobak dan macam-macam," katanya Jumat (29/12).


Tren lukisan slebor becak karena di Jogja memang selebornya cembung, beda dengan Solo yang gepeng. Dia menambahkan, trennya lukisan slebor becak memuncak pada 1970-an. Dulu banyak produsen becak di Jogja sehingga membeludak tukang becak pada 1950-an.


Hermanu menuturkan, para pengayuh becak malah banyak dari luar Jogja yakni Cawas, Klaten. Menurutnya, dari Cawas memiliki kelompok tukang becak yang memiliki daerah operasinya masing-masing. "Pemandangan, lukisan gunung, sawah, kalau wayang itu jarang," ucapnya.


Tren lukisan slebor becak menjadi tren karena untuk alasan menghias. Itu lantaran adanya persaingan antarpengayuh becak untuk menarik minat pengguna jasanya. Selain itu, tujuannya untuk menjadi ciri khas sendiri dengan lukisan di slebornya.
Lukisan di slebor becak saat ini memang masih ada. Namun, kata Hermanu, sangat sedikit sekali dan sulit ditemukan. "Mungkin masih ada kalau dicari ya, karena becak tetap eksis ya," tambahnya.


Hermanu menyampaikan, dulu dalam melukis di slebor becak masih terhitung manual. Itu lantaran pelukisannya masih menggunakan kuas. Menurutnya, sekarang sudah ada yang menggunakan spray, sehingga lebih modern secara pembuatan dan hasil lukisannya.


Namun dia tidak mengetahui jumlahnya sekarang seperti apa. Hal itu karena sudah sedikit atau sulitnya ditemui pelukis di slebor becak. "Satu atau dua karena trennya belum menyeluruh dan becaknya makin tipis, jumlahnya makin sedikit," tandasnya. (rul/laz)

Editor : Satria Pradika
#oldies #lukisan di slebor becak #Lukisan pada slebor becak