RADAR JOGJA - Fenomena foto mengguakan pakaian tradisional Jawa di kawasan Malioboro saat ini menjadi tren. Tidak hanya dilakukan oleh warga lokal dan anak muda, namun juga para pelancong dari luar Jogja.
Seperti yang dilakukan oleh pasangan Aji Alfian dan Linda Indira. Dua sejoli asal Lampung ini sengaja melakukan foto di landmark Malioboro sebagai penanda dan arsip sebelum mereka kembali ke kampung halaman.
"Di Jogja kami sekolah, dan ini hari terakhir di sini, jadi pengen ada kenang-kenangan," kata Aji pada Radar Jogja Kamis (23/11).
Aji menuturkan, dia tahu jasa fotografi tersebut dari sosial media. Dia pun tertarik untuk menggunakan jasanya yang ternyata menetap di kawasan Malioboro.
"Langsung ke sini aja tadi, bajunya juga dicarikan, jadi include sama foto," sebutnya.
Disebutnya, harga sewa untuk baju satu set laki-laki dan perempuan ditambah dengan jasa fotografi diakuinya sangat terjangkau. Yakni sebesar Rp 150 ribu.
Untuk lokasi foto, dia sempat merasa bingung. Karena kawasan Malioboro, dinilainya memikiki banyak spot foto. “Akhirnya ngikut fotografernya aja," lontarnya.
Terpisah, warga lokal Jogja Reno Bintoro mengungkapkan, dia memanfaatkan jasa fotografi di kawasan Malioboro tersebut untuk mengabadikan momen setelah kelahiran anaknya.
"Dulu pas istri hamil niatnya, tapi akhirnya nggak jadi dan nunggu sekalian pas udah lahiran," ungkapnya.
Foto di luar ruangan seperti ini, dipilih Reno karena spot foto yang beragam. Tidak seperti saat foto studio dengan background yang terbatas.
Selain itu, dari segi pakaian yang digunakan juga lebih mendukung jika foto dilakukan di kawasan Malioboro. "Cocok sih baju adat begini sama ornamen dan pernak-pernik Malioboro," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika