Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkuat Ciri Khas Jogja sebagai Kota Budaya, Lewat Sewa Busana Tradisional Jawa dan Jasa Fotografer

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 25 November 2023 | 13:00 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Sepanjang sumbu filosofi, utamanya Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara menjadi lokasi wisatawan untuk mengabadikan momen. Bahkan tak jarang, mereka berpakaian lengkap mengenakan busana tradisional Jawa. Berikut dengan jasa fotografer yang biasanya disewakan satu paket. Seperti yang ada di kawasan Museum Sonobudoyo, FH Potret.


Inovasi ini muncul setelah pandemi Covid-19. Dikembangkan hingga sekarang dengan layanan penuh itu tujuannya untuk menguatkan ciri khas Jogjakarta sebagai kota budaya. Ciri khas tersebut ditonjolkan lewat sudut-sudut ikonik Jogja hingga busana yang dikenakan.


"Kita ingin bisa semakin membantu anak-anak maupun wisatawan lebih mengenal budaya Jogja. Anak-anak jaman sekarang tabu kalau soal tatanan jarit, baju adat, blangkon, keris dan lain-lain," beber Andri Wahyudi, admin FH Potret Jumat (24/11).


Menurutnya, pakaian adat Jawa yang disewakan bersama fotografer ini merupakan foto terkonsep. "Kalau dulu cuma foto street tanpa baju adat. Nyari orang candid, kita tawarin harganya satu gambar segini,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Andri, busana yang disediakan mencapai ratusan pasang. Mulai dari ukuran minimal untuk usia 5 bulan hingga dewasa. Sumber daya manusia yang disiapkan pun tak sembarangan, utamanya untuk membantu mengenakan busana tradisional tersebut.

"Kita ada tujuh orang tata busana, mereka harus mendapat arahan atau belajar terlebih dahulu dari sesepuh yang lebih tahu. Karena pakai busana ini kan tidak boleh sembarangan," jelasnya.


Koordinator fotografer Fais Kholifudin menyebut, untuk SDM fotografer mencapai 22 orang. Baik reguler maupun freelance. Mereka juga dididik sebelumnya hingga mumpuni. "Kalau titik lokasi foto sekitaran museum (Sonobudoyo), Nol Kilometer, Taman Sari dan sepanjang sumbu filosofi. Ada juga yang by request, ini nanti beda paket," ucapnya.


Paket-paket yang disediakan antara lain mulai dari paket biasa durasi 25-35 menit. Kemudian paket 1 jam dengan harga Rp 350 ribu, include busana dan free edit foto. Ada pula paket 2 jam dengan harga Rp 650 ribu include busana lengkap dan free edit foto. "Paket biasa tergantung pengambilan foto fleksibel tapi batasan minimal 20 foto," sambungnya.


Jasa yang operasional sejak pukul 08.00-20.00 itu sudah melayani pelanggan dari Sabang sampai Merauke. Kebanyakan adalah konsumen pasangan maupun keluarga.


Reservasi hitungan rata-rata per hari sebanyak 80 konsumen dari target 90 pada hari-hari biasa. Kecuali untuk weekend, jumlahnya bahkan mencapai 250 konsumen. "Kita dahulukan pelanggan yang sudah reservasi," tandasnya. (wia/eno)

Editor : Satria Pradika
#jasa fotografer #Jalan Malioboro #museum sonobudoyo #Sumbu Filosofi #busana tradisional Jawa