RADAR JOGJA - Hobi sepatu roda atau roller skate mungkin sudah lama dikenal. Permainan yang menggunakan empat roda pada sebuah sepatu itu ternyata kini kembali digandrungi. Bahkan oleh anak-anak muda.
Salah satu pehobinya adalah Ayi Leliyani. Perempuan asal Jogjakarta ini sudah menekuni hobi bermain roller skate sejak 2020. Awalnya, Ayi sapaanya akrabnya tertarik dengan roller skate karena permainan tersebut cukup mengasyikkan.
Ketika memulai hobi itu, Ayi juga mengingatkan tentang pentingnya perangkat keamanan. Pemainnya wajib menggunakan helm, protektor, dan sepatu roda yang memenuhi spesifikasi untuk permainan roller skate.
"Untuk awal belajar saya pertama kali lihat-lihat YouTube, di sana ada orang luar negeri yang menjelaskan cara memainkannya dari pemula sampai profesional," ujar Ayi kepada Radar Jogja Jumat (10/11).
Dia pun mengungkapkan, bahwa di Jogjakarta juga masih belum terlalu banyak orang yang menekuni roller skate. Sehingga Ayi pun mencetuskan sebuah komunitas untuk mewadahi para pecinta roller skate Quad Skate.
Adapun komunitas Quad Skate pertama kali dikenalkan melalui sosial media. Dari gerakan tersebut kemudian banyak orang yang ikut untuk bergabung dan berlatih bersama.
Menjelaskan lebih detail tentang komunitas itu, Ayi membeberkan, bahwa Quad Skate memiliki dua jenis konsentrasi. Yakni roller skate untuk dance. Serta roller skate agresif yang dimainkan di skatepark.
"Melalui komunitas ini saya dapat bertemu dengan orang-orang baru yang kemudian menjadi teman baru," tandasnya.
Founder sekaligus pelatih kursus Sepatu Roda Skatify Nurul Ikhlas mengatakan, sudah mulai bermain roller skate sejak 2019. Awalnya pria 24 tahun ini menekuni ice skating terlebih dahulu saat duduk di bangku SMA di Jakarta.
"Saat itu belum ada ice skating di Jogja, jadinya mencari olahraga yang sejenis yaitu sepatu roda," ujar Ikhlas.
Dia mengaku, menyukai roller skate karena merupakan olahraga yang fleksibel. Dapat dimainkan indoor maupun outdoor. Serta bisa mudah dibawa ketika bepergian keluar kota.
Kemudian, sepatu roda juga punya banyak jenis dan trik. Sehingga dia pun dapat terus mencoba untuk mengulik trik atau berlatih sesuai keinginan. Di samping itu, untuk sekarang juga sudah banyak komunitas, klub, dan kursus sepatu roda di Jogja.
Menurutnya, sepatu roda juga bukan hanya sekadar hobi. Namun juga dapat mendulang prestasi karena sudah banyak kompetisi. Bahkan di Skatify tidak hanya anak mudah saja. Namun anak kecil mulai dari usia tiga tahun hingga orang tua diatas 40 tahun ikut juga ikut menekuni sepatu roda. "Sehingga bisa belajar sepatu roda dengan lebih mudah," terang Ikhlas. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika