Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Ribu Hektare Lahan di Jeruklegi Ditanami Lidah Buaya

Gunawan RaJa • Minggu, 5 November 2023 | 17:17 WIB

BERNILAI: Mengoptimalkan lahan pekarangan, warga Jeruklegi, Katongan, Nglipar terlihat menunjukkan hasil panen aloe vera mereka.dokumentasi warga Jeruklegi
BERNILAI: Mengoptimalkan lahan pekarangan, warga Jeruklegi, Katongan, Nglipar terlihat menunjukkan hasil panen aloe vera mereka.dokumentasi warga Jeruklegi
 

 

RADAR JOGJA - Kampung edukasi aloe vera telah terbentuk di Padukuhan Jeruklegi, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Warga berhasil membuktikan lidah buaya atau aloe vera bisa mendongkrak perekonomian.

Padukuhan yang dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) dan seribuan jiwa tersebut kini bisa mengandalkan usaha dari pengolahan aloevera. Total ada 3.000 hektare lahan ditanami lidah buaya.

Dukuh Jeruklegi Sumino mengatakan, kampung edukasi aloe vera di-launching oleh Bupati Gunungkidul pada 10 Agustus 2023. Sementara aktivitas warga menanam dan mengolah gel lidah biaya berlangsung sejak 2018. "Yang mengawali Alan Efendhi," kata Sumino Jumat (3/11).

Dari dia, masyarakat kemudian ikut ambil bagian dalam menanam, mengembangkan, mengolah dan memasarkan. Memang, kata pak dukuh, tidak semua warga terlibat namun dampak ekonomi sangat terasa."Dampak ekonomi sangat kelihatan. Warga kini bisa memiliki penghasilan lebih dari usaha aloe vera," ujarnya.

Tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT), ratusan penduduk kini menggantungkan mata pencaharian di sektor usaha aloe vera. Harapan ke depan perekonomian semakin meningkat lebih luas."Produk yang dihasilkan dari lidah buaya cukup banyak. Diantaranya minuman, cendol, keripik dan yang lain," jelasnya.

Sementara itu, pionir aloe vera Padukuhan Jeruklegi Alan Efendhi mengatakan, potensi pengembangan aloevera ini cukup bagus dan tinggi. Dalam satu hari mampu mengolah 500 kilogram daun bersih."Diolah menjadi produk seperti minuman kemasan, permen dan lainnya. Harga produk mulai Rp 2000an," kata Alan Efendi.

Dia bersyukur, pemberdayaan masyarakat dinilai cukup berhasil. Terbukti dari tingginya animo menanam, mengolah dan memanfaatkan aloe vera. Selama ini hasil panen sepenuhnya diserap olehnya.

Agar masyarakat luas bisa ambil bagian, dia mengaku terbuka kepada masyarakat yang ingin belajar mengolah dan mengembangkan usaha budidaya aloevera. sejauh ini sudah ada 100 anggota tergabung dalam KWT. "Sebanyak 25 di antaranya merupakan tim inti," ucap pemuda yang baru saja meraih penghargaan generasi muda inspiratif melalui 14th Semangat Astra Terpadu untuk (SATU) Indonesia Awards 2023 ini.

Alan Efendi merupakan satu dari lima penerima apresiasi. Dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat melalui bidang kewirausahaan, 'Pengembang Minuman Sehat dari Aloe Vera.

Terpisah, Bupati Gunungkidul Sunaryanta membenarkan, beberapa waktu lalu meresmikan Kampung Wisata Aloevera. Warga yang tinggal di Jeruklegi dinilai  kreatif dan aktif mengembangkan potensi wilayah."Bagi siapa yang aktif disitu ada kemajuan," kata Sunaryanta. (gun/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kampung Aloe Vera #Gunungkidul #padukuhan