RADAR JOGJA - Peningkatan tren sepeda fixie turut dirasakan oleh Nosa Bike. Penjualan toko ini bahkan mencapai ratusan unit per bulan.
"Kami pernah jual 300 unit sebulan, pernah kirim ke Papua juga Aceh, ongkir rata-rata di atas 1 juta," beber mekanik sekaligus investor Nosa Bike Arifin.
Pihaknya pun tidak sekadar menjual sepeda fixie siap pakai. Namun juga menjual ragam aksesoris dan sparepart secara terpisah. Hal tersebut diakuinya jadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan market.
"Banyak aksesoris mulai dari helm, sparepart, sepatu, ban, hingga jersey ikut dijual," sambungnya.
Sementara untuk fixie rakitan, lanjut Arifin. Membutuhkan waktu dua hingga tiga jam pengerjaan.
"Dua orang bisa sih dua jam selesai, tapi tergantung pemahaman mekanik juga," bebernya.
Perihal harga, Nosa Bike mengakomodasi fixie mulai dari angka Rp 1,9 juta sampai paling mahal berkisar di harga Rp 30-an juta.
"Harga itu tergantung sparepart-nya ada yang langka, lalu frame atau rangka juga kualitasnya beda-beda," ungkapnya.
Dia menuturkan, bahwa secara umum produk-produk yang ada di Nosa banyak didatangkan secara impor. Dan sisanya merupakan produksi lokal.
"Kami impor dari China, Singapura, lokalan juga ada dari Surabaya atau kustom dari Jogja juga ada," sebutnya.
Dari pengamatannya, Arifin melihat bahwa pengguna fixie banyak didominasi anak-anak muda. Dia memprediksi karena fixie jadi salah satu item yang mudah untuk dikombinasikan dengan style anak-anak muda tersebut.
Selain itu, dia membeberkan bahwa perawatan fixie juga lebih mudah dibandingkan sepeda lainnya, "Perawatannya hanya servis atau pengecekan yang tidak terlalu sering," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika