RADAR JOGJA - Vakansi di Kabupaten Magelang yang menawarkan banyak pilihan wisata alam. Misalnya, Air Terjun Sekar Langit. Meski musim kemarau panjang seperti ini, airnya justru mengalir deras dan jernih. Tidak mengering. Sensasi dingin dan segar bisa dinikmati wisatawan ketika turun merasakan air terjun itu.
Air terjun yang terletak di Tlogorejo, Grabag ini menjadi salah satu air terjun berundak yang ketinggiannya mencapai 25 meter dari permukaan telaga. Mata airnya berasal dari pegunungan Telomoyo. Sehingga tak heran jika airnya tampak jernih dan cocok untuk berenang.
Akses menuju lokasi air terjun, cocok untuk wisatawan yang menyukai tracking. Dengan jalur setapak yang sudah disediakan oleh pengelola. Wisatawan harus menempuh jarak lebih dari 500 meter untuk sampai di air terjun.
Pepohonan rimbun dan bambu tampak berdiri kokoh di sisi kanan-kiri jalan setapak itu. Sembari berjalan, wisatawan dapat menikmati lanskap alam yang ditawarkan. Meski tidak dapat dipungkiri, jalannya terasa sunyi. Ditambah dengan beberapa rumpun bambu yang tumbang melintang di tengah jalan.
Setelah beberapa menit berjalan, wisatawan dapat mendengar gemericik air terjun. Apabila sudah melewati sebuah jembatan dengan besi warna-warni, wujud air terjunnya semakin jelas. Menjulang tinggi dengan irama yang menenangkan.
Pengelola Air Terjun Kedung Kayang Yoto mengatakan, destinasi wisata ini memang dikelola oleh Pemkab Magelang bersama Pemdes Tlogorejo. Dengan sistem bagi hasil. Air terjun ini sudah dikelola sejak puluhan tahun silam.
Dari cerita yang beredar di masyarakat, ada legenda di balik keberadaan air terjun itu. Yakni legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan yang sarat akan misteri. Banyak masyarakat yang meyakini legenda tersebut benar adanya. Meski pada dasarnya, tidak ada yang mengetahui secara pasti legenda itu bermula.
Keberadaan Air Terjun Sekar Langit mulai dikenal sejak dijadikannya lokasi syuting film 'Yohana Gadis Rimba', dengan pemeran utama Lidya Kandou pada 1983. Selanjutnya, pada 1992, lokasi tersebut kembali dibuat latar syuting film 'Tutur Tinular'.
Letaknya yang tersembunyi di antara rerimbunan pohon bambu, cocok untuk wisatawan yang ingin mencari lokasi hidden gem. "Banyak rombongan sekolah pakai bus dari luar daerah yang ke sini (Air Terjun Sekar Langit)," ujar Yono saat ditemui, Kamis (19/10).
Adapun jumlah wisatawan yang berkunjung, kata dia, tidak menentu. Kadang sepi, kadang ramai. Dia menyebut, saat weekend atau hari libur, bisa mencapai 150-an orang. Dengan tiket masuk Rp 5 ribu per orang. Sedangkan parkir motor Rp 2 ribu dan mobil atau bus Rp 5 ribu.
Lantaran air terjun ini cocok untuk tracking, banyak turis mancanegara yang bertandang ke sana. Entah sekadar menikmati alam atau ingin tracking. Selain itu, wisatawan dapat berenang atau berendam di bawah air terjun ini.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto menuturkan, Air Terjun Sekar Langit itu berpotensi untuk dikembangkan lebih baik lagi. "Tinggal nanti dibuat paket-paket (wisata). Terus kita promosikan dan koneksikan dengan destinasi lain yang berdekatan," ujarnya, Jumat (20/10).
Terkait dengan akses jalan yang kurang terawat, kata dia, dalam beberapa waktu ke depan disparpora bakal melakukan survei. Tujuannya untuk melihat secara langsung keadaan jalan dan sarana prasarana lainnya. Termasuk mendata keluhan-keluhan dari pengelola, wisatawan, maupun masyarakat setempat. Kemudian, barulah dianalisis.
Dia menyadari, pengelolaan Air Terjun Sekar Langit belum maksimal. Apalagi pascapandemi. "Ini (pengelolaannya) belum bangun lagi. Nanti pelan-pelan. Sembari melihat perkembangan analisis tersebut," sambungnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika