RADAR JOGJA - Dapur Cening salah satu warung makan di Nitiprayan, Bantul dengan nuansa perpaduan Jawa dan Bali. Meskipun dilengkapi dengan rumah limasan Jawa, namun menu makan yang ditawarkan dominan dari Bali.
Komang Ira Pusputaningsih, istri dari Beyong sang pemilik Dpur Cening mengaku, hanya bisa memasak masakan Bali. Seperti nasi jinggo ayam, nasi ayam betutu, nasi sup tuna, sate lilit, dan nasi nila nyatnyat.
Perempuan asal Bali ini menyebut, banyak bumbu rempah asli yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau amis dari bahan masakannya itu. Seperti pada ayam betutu dan sate lilit tuna. Namun dua menu ini, disebut paling disukai pelanggannya. “Alasannya saya tidak tahu, itu kan selera,” lontarnya Jumat (13/10).
Sejak awal berdiri, secara bertahap Dapur Cening sendiri sudah memiliki pelanggan yang tetap. Pelanggannya pun beragam mulai dari warga lokal Jogja maupun orang Bali asli. "Malah yang sering beli di sini orang-orang yang jauh," katanya.
Ira juga menjelaskan, nama Dapur Cening sendiri memang dipilih sejak awal karena dia ingin menonjolkan dapurnya. "Saya itu punya harapan kalau orang-orang yang datang sadar bahwa ini adalah sebuah rumah. Dan jangan seenaknya sendiri," katanya.
Dapur Cening sendiri bukan warung yang sama halnya seperti restoran pada umumnya. Dia ingin, pelanggan yang dating bisa ikut merawat rumhnya. "Bahkan saya mempunyai harapan di sini pelanggan bisa mengelola sampah sendiri," tegasnya.
Beyong menambahkan, sejak awal berdiri, Dapur Cening memang sudah dikonsep dengan suasana perpaduan khas antara Jawa dan Bali. "Walaupun saya orang Jawa tapi saya senang sengan nuansa Bali," katanya. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika