RADAR JOGJA - Wilayah ujung utara Kebumen memang dikenal dengan sejuta keindahan alam. Panorama nan indah tersaji lengkap di wilayah perbatasan tersebut. Semua itu bisa dinikmati, salah satunya di Agrowisata Embung Cangkring, Desa Cangkring, Kecamatan Sadang.
Terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota, Agrowisata Embung Cangkring nampaknya tempat yang cocok untuk membuang penat dari kesibukan bekerja. Atau pun tempat alternatif untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. Suasana sejuk dengan pemandangan asri menjadi daya tawar tersendiri destinasi wisata rintisan ini.
Suasana hening langsung terasa begitu masuk area wisata. Pengunjung akan dimanjakan dengan landscape perbukitan. Berada di atas ketinggian 300 mdpl, membuat wisata ini sangat apik ketika dikunjungi saat matahari terbit maupun terbenam. Kabut pekat juga akan terlihat ketika pengunjung datang di waktu pagi hari. "Kebanyakan yang datang itu pagi. Sambil joging lihat pemandangan indah. Udaranya juga masih segar," kata pengelola Agrowisata Embung Cangkring Esti Sulistiyawati.
Embung ini terbilang cukup menarik karena diapit barisan bukit dari dua kabupaten, yakni Kebumen dan Wonosobo. Lokasinya memang berada di wilayah perbatasan kabupaten. "Pakai motor paling lima menit sudah sampai pemukiman orang Wonosobo. Jadi pas musim libur tidak cuma orang Kebumen yang datang, tapi juga orang Wonosobo," terang Esti.
Sekadar informasi, Embung Cangkring dibangun pada 2011 silam, dengan mengandalkan anggaran pemerintah provinsi senilai Rp 912 juta. Selama ini, embung menjadi andalan masyarakat setempat untuk mengairi lahan pertanian. Adapun potensi pertanian paling menonjol adalah tanaman durian.
Selain difungsikan sebagai sarana pengairan pertanian, Embung Cangkring juga kini terus bersolek. Dengan menambah berbagai fasilitas wisata. Pengelola pun mencoba mengambil manfaat dari sektor pertanian. Caranya dengan mengintegrasikan antara potensi wisata dengan pertanian. "Misal ke sini pas musim panen, bisa metik durian langsung dari kebun. Kami juga sempat adakan festival durian, karena magnet pengunjung itu durian," ungkapnya.
Fasilitas di wisata ini juga terbilang sudah cukup lengkap. Mulai dari area parkir, toilet, musala, spot foto, gazebo, kolam renang, gedung pertemuan, panggung hiburan hingga wahana permainan anak. Selain itu, pengelola juga menawarkan paket wisata khusus, seperti kamping dan hiking secara berkelompok. "Kami tawarkan harga paket wisata. Ada per wahana juga," jelasnya. (fid/pra)